by

UINSI Samarinda Terima PTRG Award

-Berita-37 views

PALEMBANG, UINSI NEWS,- UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda melalui Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UINSI terima penghargaan sebagai Perguruan Tinggi Responsif Gender Tahun 2022 Peringkat Pratama pada acara Konferensi PSGA: Pra Kongres KUPI II yang diselenggarakan di UIN Palembang, 15-17 November 2022.

Acara yang mengangkat tema “Meneguhkan Peran Pusat Studi Gender dan Anak serta Ulama Perempuan dalam Upaya Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Satuan Pendidikan Keagamaan” ini memberikan Penghargaan Perguruan Tinggi Responsif Gender (PTRG Award) kepada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) yang dinilai telah melakukan pengarusutamaan responsif gender sesuai indikator perguruan tinggi responsif gender dengan baik.

Indikator PTRG ini terdiri dari kebijakan kelembagaan tentang responsif gender, implementasi responsif gender melalui tridharma perguruan tinggi, tata kelola serta perencanaan dan penganggaran responsif gender, juga budaya non kekerasan seksual dalam segi pencegahan dan penanganan di perguruan tinggi.

Pendidikan responsif gender merupakan perlakuan dalam memberi kesempatan yang sama antara laki-laki dan perempuan untuk memperoleh pendidikan. Pendidikan responsif gender pada perguruan tinggi harus tercakup dalam Tridarma Perguruan Tinggi. Terdapat dalam paraktik pendidikan & pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang mengindikasikan adanya responsivitas terhadap kesetaraan gender, ada kelembagaan, tata kelola dan perencanaan yang baik, pencegahan serta penanganan kekerasan seksual.

Dilansir dari laman pendis.kemenag.go.id., Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Muhammad Ali Ramdhani, menyatakan PTRG Award ini dimaksudkan sebagai wujud apresiasi Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI kepada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam yang memiliki komitmen dalam mewujudkan kampusnya sebagai perguruan tinggi responsif gender.

“Ini penting dilakukan, agar kampus-kampus di lingkungan Kementerian Agama memiliki komitmen dan implementasi secara nyata baik secara kelembagaan, kegiatan tri darma perguruan tinggi, tata Kelola dan perencanaan penganggaran responsif gender, maupun budaya nir kekerasan seksual”, ungkap Dirjen Pendis.

Sementara itu, Rumainur, M.Pd., Dosen sekaligus Kepala Pusat Studi Gender dan Anak UINSI ini sampaikan harapan besar akan perkembangan implementasi indikator responsif gender di UINSI Samarinda.

Lebih lanjut, Rumainur berharap penghargaan ini dapat memotivasi setiap komponen yang ada di UINSI Samarinda untuk bersama-sama menciptakan lingkungan zero tolerance terhadap kekerasan dan diskriminasi sehingga tercipta lingkungan pendidikan yang tidak hanya nyaman dan aman bagi laki-laki dan perempuan, bahkan aman dan nyaman bagi mahasiswa difabel.

“Besar harapan kami untuk dapat mewujudkan perguruan tinggi responsif gender yang ramah dan nyaman serta aman bagi perempuan dan anak, tak terkecuali laki-laki hingga anak atau mahasiswa berkebutuhan khusus,” ucapnya. (humas, ns)