Tampil di Pengukuhan Guru Besar, Tim Paduan Suara UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda Mendapat Pujian dari Direktur PTKI Kemenag RI

Berita455 views
SAMARINDA, UINSI NEWS,- Penampilan Tim Paduan Suara UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda di Sidang Senat Terbuka dalam rangka Pengukuhan Guru Besar UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda terima pujian dari Prof. Dr. Ahmad Zainul Hamdi, M.Ag., Direktur PTKI Kemenag RI. Sabtu (2/3).

Tim Paduan Suara UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda sukses membawakan 8 lagu, mulai dari Shalawat, Indonesia Raya, Hymne & Mars UINSI, Demi Masa, Dengan Nafasmu, Bagimu Negeri, dan Syukur.

Memulai persiapan sejak awal bulan Februari 2024, Tim Paduan Suara UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda yang dilatih oleh Bapak Triyono Budiwiryawan telah melakukan lebih dari 10 kali latihan.

“Tim paduan suara keren,” ucap Prof. Dr. Ahmad Zainul Hamdi di sela orasi ilmiahnya.

Menanggapi pujian dari Prof. Dr. Ahmad Zainul Hamdi, M.Ag., Tim Paduan Suara pun mengaku bangga dan terhormat atas apresiasi yang diterima.

Muhammad Rohan Saputra, PAI Semester 6 sampaikan rasa senang karena bisa terlibat pada acara besar ini sekaligus bangga menjadi bagian dari pengukuhan 3 Guru Besar sekaligus.

Mirza Hamsani Putra, Mahasiswa PGMI Semester 4 juga merasa bangga atas apresiasi yang telah didapat. Senada dengan Mirza, Kotrin Nada mahasiswa PBA Semester 4 juga mengaku bangga dan senang atas pengalaman ini.

Memulai latihan usai kuliah yang baru berakhir pada pukul 4 sore, mereka tidak mengaku lelah. Menurutnya ini adalah bentuk komitmen bersama sebagai bagian dari Tim Paduan Suara yang solid.

Bapak Triyono Budiwiryawan, pelatih Tim Paduan Suara UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda, sebut Paduan Suara sebagai pekerjaan hati untuk membuat performa yang bisa menggugah kepekaan dalam bentuk harmoni.

“Paduan suara bukan masalah lagunya, tapi memori dari lagu-lagu tersebut,” ucapnya.

“Paduan suara menyampaikan memori dari lagu-lagu tersebut dengan teknik yang ada ilmu nya, ada khasanah nya yang diramu menjadi sebuah harmoni.”

“Ini adalah karakter yang disampaikan dengan kepekaan empati, ada passion dan atitude. Saya berharap anak-anak Paduan Suara selepas ini bisa menjiwai hal tersebut dan menjadi pribadi yang kepekaannya luar biasa,” jelasnya. (Humas/ns)