PGMI FTIK UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda Gelar Seminar Pendidikan, Diskusikan Implementasi Kurikulum Merdeka di Tingkat Madrasah Ibtidaiyah

Berita104 views

SAMARINDA, UINSI NEWS, – Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda gelar Implementasi Kurikulum Merdeka bertempat di Aula Ged. FTIK Lt. 1, Kampus 2 UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda. Rabu (12/6).

Dalam seminar yang mengangkat pokok pembahasan tentang Implementasi Kurikulum Merdeka Tingkat MI/SD sederajat ini tidak hanya diikuti oleh mahasiswa Prodi PGMI saja melainkan juga diikuti oleh Guru MI/SD di Kota Samarinda.

Seminar yang dibuka langsung oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan FTIK UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda Dr. Etty Nurbayani, M.Pd. ini menghadirkan narasumber yang berkompeten dalam bidangnya, antara lain Tri WIdayati, M.Pd. (Balai Guru Penggerak), Hety Diana Septika, M.Pd. (Dosen PGSD UNMUL) dan Ivan Munif Pajriawan, M.Pd. (Guru SMPN 24 Samarinda).

Dalam Sambutannya Dra. Etty menyampaikan dukungannya terhadap program yang turut mensosialisasikan Kurikulum Merdeka Belajar ini, sehingga harapannya para tenaga pendidik akan lebih memiliki kapabilitas untuk mengoptimalkan Implementasinya dalam proses belajar mengajar.

Turut hadir mendampingi Wakil Dekan, Ketua Jurusan Pendidikan Madrasah FTIK UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda Dr. Hj. Titi Kadi, M.Pd.I., dalam sambutannya menyampaikan harapan agar kegiatan ini dapat menjawab permasalahan terkait implementasi kurikulum merdeka khususnya ditingkat Pendidikan Dasar atau Madrasah Ibtidaiyah melalui diskusi ilmiah.

“Implementasi Kurikulum Merdeka di tingkat pendidikan dasar dan madrasah ibtidaiyah memiliki peran yang sangat vital dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia,” ucapnya.

“Seminar ini menjadi momentum yang tepat untuk mendiskusikan tantangan, peluang, dan strategi dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka di tingkat pendidikan dasar dan madrasah ibtidaiyah. Melalui berbagai paparan, diskusi panel, dan kolaborasi antar peserta, diharapkan akan tercipta pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana kurikulum merdeka dapat dioptimalkan secara optimal,” jelasnya.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia penyelenggara, pembicara, dan peserta yang telah berperan dalam terselenggaranya seminar ini,” sambungnya.

“Mari kita manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya, saling belajar, berbagi, dan merumuskan langkah-langkah konkrit dalam mewujudkan implementasi kurikulum merdeka yang sukses di tingkat pendidikan dasar dan madrasah ibtidaiyah,” tutupnya. (Humas/MV/ns)