PBAK 2024 UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda Ditutup

SAMARINDA, UINSI NEWS,- Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda 2024 telah sukses dilaksanakan. Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, 19-22 Agustus diikuti oleh 1.254 mahasiswa.

Jumlah tersebut merupakan total dari 5 jalur masuk UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda yakni Seleksi Prestasi Akademik Nasional (SPAN), Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN), Ujian Mandiri (UMAN) serta jalur Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT).

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan, Prof. Dr. Muhammad Nasir, M.Ag., yang mewakili Rektor dalam kesempatan tersebut, memberikan pesan penting kepada para mahasiswa baru.

Prof. Muhammad Nasir jelaskan beberapa syarat dalam menuntut ilmu, yaitu Dzukain (Cerdas), Khirsin (Semangat), Wastibarin (Sabar), Bulghotin (Ongkos), Irsyadi Ustadz (Petunjuk Guru), Thulu Zamani (waktu panjang).

“Cerdas mengelola waktu, me-manage waktu, me-manage resiko. Standar waktu untuk sarjana adalah 4 tahun dengan 144 sks. Pintarlah mengelola waktu, ikuti teaching-nya, reset-nya, dan organisasinya. Sukses organisasi akademik, spiritual, dan semuanya. Dzukain, jangan larut ke organisasi, tapi jangan juga hanya kuliah,” jelasnya.

“Khirsin, memiliki rasa ingin tahu luar biasa. Jadi jika ada sesuatu yang tidak jelas maka ditanyakan,” lanjutnya.

“Istabirin. Sabar yang luar biasa. Mungkin karna mengalami proses belajar yang sulit, atau kiriman uanganya lambat, ukt nya susah, jangan langsung mengeluh harus sabar dan perjuangkan,” sambungnya.

Menyediakan anggaran atau biaya untuk keperluan belajar (Bulghatin) menjadi salah satu syarat menuntut ilmu lainnya. Kemudian, ketaatan terhadap perintah kebaikan dari guru  (Irsyadu ustadzin) dan Waktu yang lama tanpa batas selama kita hidup ( Tuluz Zaman).

“Kuliah sambil berwirausaha bisa juga membantu dalam menyediakan biaya. Kemudian menjadi sukses perlu ada berkah dan petunjuk dari guru, jangan sakiti guru-guru kalian. Jangan hanya mencari ilmu dengan dosen di tempat kuliah tapi bisa juga dosen diluar kampus yang punya kedalaman ilmu,” jelasnya.

Prof. Nasir juga jelaskan bahwa ada 2 golongan orang yang diangkat derajatnya oleh Allah Swt., yaitu orang yang beriman dan orang yang berilmu.

“Iman itu apa? Adanya kesatuan antara apa yang kita ucapkan lalu dibenarkan di hati dan dilaksanakan dalam perbuatan. Kemudian orang orang yg diberi ilmu. Ketika punya ilmu jangan sekali-kali jadi orang sombong,” pesannya.

Diakhir sambutannya, Prof. Nasir harapkan mahasiswa UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda menjadi generasi bangsa yang memiliki kedalaman ilmu dan spritual yang baik, sesuai dengan motto Spiritualitas, Intelektualitas, dan Profesionalitas (SIP). (HUMAS/ns)

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
LANGUAGE»