Webinar Literasi Dorong Mahasiswa Belajar Lebih Efektif Lewat Teknik Pomodoro

SAMARINDA UINSI NEWS, — Upaya penguatan literasi akademik terus dilakukan Pusat Literasi dan Media Digital Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda melalui kegiatan edukatif berbasis kebutuhan mahasiswa. Salah satunya diwujudkan dalam webinar literasi bertajuk Belajar Lebih Efektif dengan Teknik Pomodoro yang diselenggarakan atas kerja sama Pusat Literasi dan Media Digital UINSI Samarinda dengan mahasiswa Program Studi Manajemen.

Webinar ini menyasar mahasiswa lintas program studi serta kalangan umum yang ingin meningkatkan kualitas belajar dan produktivitas di tengah tantangan distraksi digital dan padatnya aktivitas akademik. Kegiatan dilaksanakan secara daring dan mendapat respons positif dari peserta.

Acara dibuka oleh Dr Badrut Tamam, M.Pd.I, selaku Kepala Pusat Literasi dan Media Digital UINSI Samarinda sekaligus dosen UINSI. Dalam sambutannya, Badrut Tamam menyoroti persoalan klasik yang kerap dihadapi pelajar dan mahasiswa, yakni kesenjangan antara niat belajar yang kuat dan realitas praktik belajar yang tidak efektif.

“Banyak dari kita memiliki niat belajar dan bekerja dengan sungguh-sungguh, namun sering kali terhambat oleh penundaan, distraksi gawai, dan kelelahan mental. Waktu terasa habis, tugas menumpuk, dan fokus mudah terpecah,” ujar Kapus Literasi.

Ia menegaskan bahwa problem pengelolaan waktu sejatinya telah lama mendapat perhatian dalam ajaran Islam. Badrut mengutip firman Allah SWT dalam Surah Al-‘Asr ayat 1–2: “Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian.” Ayat tersebut, menurutnya, menjadi pengingat kuat bahwa waktu adalah amanah yang harus dikelola secara sadar dan bertanggung jawab.

Dalam konteks itulah, Badrut Tamam memandang Teknik Pomodoro sebagai salah satu ikhtiar praktis yang relevan dengan nilai-nilai keislaman. Metode ini, kata dia, membantu individu menghargai waktu melalui pembagian sesi belajar yang terstruktur dan diselingi waktu istirahat singkat.

“Belajar efektif bukan soal belajar lebih lama, tetapi belajar dengan lebih fokus dan sadar. Teknik Pomodoro mengajarkan disiplin, konsistensi, dan keseimbangan—nilai-nilai yang sejalan dengan prinsip Islam dalam bekerja dan menuntut ilmu,” tuturnya.

Melalui webinar ini, Badrut Tamam berharap peserta tidak hanya memahami konsep teknik Pomodoro secara teoretis, tetapi mampu mempraktikkannya secara sederhana dan fleksibel dalam kehidupan sehari-hari, baik sebagai pelajar, mahasiswa, maupun pekerja profesional. Ia juga menekankan pentingnya membangun kebiasaan belajar yang berkelanjutan sebagai bagian dari literasi akademik.

Sesi utama webinar diisi oleh Maulidina Hartina H, pegiat literasi sekaligus praktisi teknik belajar Pomodoro. Dalam pemaparannya, Maulidina menjelaskan bahwa teknik Pomodoro merupakan metode manajemen waktu yang menekankan fokus penuh dalam durasi singkat dan terukur, disertai istirahat teratur untuk menjaga stamina mental.

“Teknik Pomodoro membantu meningkatkan produktivitas sekaligus mengurangi prokrastinasi atau kebiasaan menunda pekerjaan,” kata Maulidina.

Ia memaparkan langkah-langkah penerapan teknik Pomodoro secara praktis. Pertama, menentukan satu tugas yang ingin dikerjakan. Kedua, mengatur timer selama 25 menit dan fokus penuh tanpa distraksi, yang disebut satu sesi Pomodoro. Ketiga, setelah timer berbunyi, mengambil waktu istirahat selama lima menit. Siklus ini diulang hingga empat kali, sebelum dilanjutkan dengan istirahat lebih panjang selama 15 hingga 30 menit.

Menurut Maulidina, metode ini efektif karena membuat tugas terasa lebih ringan dan terukur. Selain itu, Pomodoro mampu meningkatkan konsentrasi, mengurangi kelelahan mental, serta melatih disiplin dan pengelolaan waktu. Karena sifatnya fleksibel, teknik ini dapat diterapkan oleh pelajar, mahasiswa, hingga pekerja dengan berbagai latar belakang.

Sebagai contoh, Maulidina menggambarkan mahasiswa yang mengerjakan tugas kuliah selama 25 menit, lalu beristirahat lima menit untuk melakukan peregangan ringan atau minum air. Setelah empat sesi, mahasiswa tersebut beristirahat lebih lama sebelum kembali melanjutkan pekerjaan. Pola ini dinilai mampu menjaga fokus sekaligus kesehatan mental.

Webinar berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang menunjukkan tingginya antusiasme peserta. Sejumlah peserta mengaku selama ini kerap merasa kewalahan menghadapi tugas akademik akibat manajemen waktu yang kurang tepat.

Salah satu peserta menyampaikan pengakuannya bahwa webinar tersebut memberikan perspektif baru dalam belajar. Ia merasa lebih percaya diri untuk mengatur waktu dan fokus setelah memahami teknik Pomodoro. “Sekarang saya merasa belajar itu bisa diatur dan tidak harus melelahkan. Saya jadi lebih yakin bisa menyelesaikan tugas tepat waktu,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Pusat Literasi dan Media Digital UINSI Samarinda menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program literasi yang aplikatif dan kontekstual. Webinar ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya menghargai waktu, mengelola fokus, serta menumbuhkan budaya belajar yang efektif dan berkelanjutan di kalangan mahasiswa.#

 

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
LANGUAGE»