Dalam kesempatan tersebut, Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, turut menegaskan bahwa pembangunan IKN memerlukan fondasi spiritual yang kuat.
“Kami berharap Bapak dan Ibu semua dapat ikut mengisi jiwa Nusantara ini. Ke depan, IKN akan menjadi laboratorium kerukunan. Saat ini kami sedang membangun masjid negara di dalam satu kompleks peribadatan yang di dalamnya ada klenteng, basilika, pura untuk memelihara toleransi di Nusantara,” ujar Basuki.
Senada dengan semangat membangun kerukunan tersebut, UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) satu-satunya di Kaltimtara menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berfokus pada pengembangan akademik, tetapi juga terlibat langsung dalam penguatan nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan persatuan umat di tengah dinamika pembangunan nasional, khususnya di kawasan Ibu Kota Nusantara.
Prof. Zamroni juga menegaskan bahwa UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda siap bersinergi untuk menjalankan penguatan pendidikan Islam dan pengembangan sumber daya manusia di Kalimantan Timur.
Penulis : Novan Halim | Editor : Nisa Rahmawati





