SAMARINDA, UINSI NEWS — Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK) UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda (UINSI), Dr. H. Taufik Rahman, S.Ag., M.Pd., menyampaikan tausiyah pada kegiatan Kajian Zuhur Berkah Ramadhan 1447 H di Masjid S.A.M. Sulaiman Kampus 2 UINSI Samarinda, Kamis (26/2).
Dalam tausiyahnya, beliau menekankan pentingnya manifestasi kedisiplinan dan ketaatan terhadap pekerjaan yang dijalani, terlebih di bulan suci Ramadhan.
Mengawali ceramahnya, Dr. Taufik menyampaikan keutamaan salat tepat waktu dan salat berjamaah. Menurutnya, ketika umat Islam berbondong-bondong datang ke masjid untuk melaksanakan salat berjamaah, hal tersebut tidak hanya meningkatkan kualitas ibadah secara personal, tetapi juga menjadi syiar dan penguat ukhuwah Islamiyah.
“Sebagai bentuk silaturahmi antar sesama, hari ini kita mendapatkan keuntungan besar karena dapat melaksanakan salat Zuhur berjamaah,” ujarnya.
Beliau kemudian mengutip Surah Al-Baqarah ayat 183 tentang kewajiban berpuasa bagi orang-orang beriman agar mencapai derajat takwa. Takwa, lanjutnya, merupakan pegangan hidup seorang muslim dalam menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan-Nya.
Puasa tidak sekadar menahan lapar dan dahaga, serta menahan diri dari hawa nafsu, tetapi juga menjadi sarana melatih pengendalian diri secara menyeluruh.
Mengutip pandangan Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin, Dr. Taufik menjelaskan bahwa puasa terbagi menjadi tiga tingkatan, yaitu puasa awam, puasa khusus, dan puasa khususul khusus. Puasa awam adalah menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa secara lahiriah. Puasa khusus adalah menjaga diri dari perbuatan dosa. Sementara puasa khususul khusus merupakan tingkatan tertinggi, yakni menjaga hati dari sifat-sifat tercela dan mengendalikan hawa nafsu, termasuk nafsu duniawi.
Memasuki pembahasan inti, Dr. Taufik menegaskan bahwa disiplin merupakan bagian penting dalam kehidupan seorang muslim. Disiplin pertama yang harus ditegakkan adalah disiplin waktu. Dengan disiplin, seseorang mampu menjalankan aktivitas dan pekerjaannya dengan sebaik-baiknya, bahkan dalam kondisi berpuasa. Hal tersebut menjadi wujud rasa syukur kepada Allah SWT.
“Bekerja dengan disiplin dan penuh tanggung jawab adalah bagian dari ketaatan kita kepada Allah. Inilah manifestasi nyata dari nilai-nilai Ramadan dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.
Di akhir tausiyah, beliau juga menyampaikan bahwa salah satu amalan paling utama (afdhal) di bulan Ramadhan adalah bersedekah. Sedekah menjadi bentuk rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT, termasuk di antaranya memberi makan atau membukakan puasa bagi orang yang berpuasa.
Melalui Kajian Zuhur Berkah Ramadan ini, diharapkan seluruh warga kampus UINSI dapat semakin meningkatkan kualitas ibadah, kedisiplinan, serta profesionalisme dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.
Penulis : Puji Wulandari
Editor : Nisa Rahmawati






