SAMARINDA, UINSI NEWS — Ketua Koperasi UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda, Muhammad Ilham Nur, M.Pd., menyampaikan laporan hasil usaha dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun 2026 Buku 2025 yang dilaksanakan pada tahun 2025. Laporan tersebut memaparkan perkembangan kelembagaan, pertumbuhan anggota, unit usaha, serta sejumlah tantangan yang dihadapi koperasi. Kegiatan tersebut turut dihadiri dan dibuka oleh Rektor UINSI Samarinda, Prof. Dr. Zurqoni, M.Ag.
Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan apresiasi atas kinerja dan komitmen pengurus koperasi dalam menjaga keberlangsungan usaha di tengah berbagai tantangan. Beliau menegaskan bahwa koperasi memiliki peran strategis sebagai instrumen penguatan kesejahteraan dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan UINSI Samarinda.
“Sebagai institusi pendidikan tinggi keagamaan, kita tidak hanya membangun kekuatan akademik, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi warga kampus. Koperasi harus dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel agar benar-benar menjadi pilar kesejahteraan bersama,” ujar Prof. Zurqoni. Kamis, (26/2).
Dalam pemaparannya, Ilham menjelaskan bahwa koperasi yang beranggotakan dosen dan tenaga kependidikan UINSI Samarinda terus berupaya melakukan penyesuaian terhadap regulasi terbaru dari Kementerian Koperasi, termasuk perubahan nama kelembagaan sejak tahun 2025 sebagai bagian dari proses transformasi institusi dari STAIN Samarinda menjadi UINSI Samarinda.
Dari sisi unit usaha, koperasi menjalankan beberapa layanan utama, antara lain pembiayaan simpan pinjam, penjualan toga wisuda, layanan foto wisuda, pembuatan pakaian dinas harian (PDH), serta pengelolaan kantin. Unit-unit usaha tersebut menjadi sumber utama perputaran ekonomi dan pelayanan bagi anggota.
Terkait perkembangan keanggotaan, Ilham mengungkapkan adanya peningkatan signifikan jumlah anggota koperasi. Per 31 Desember 2025, jumlah anggota tercatat sebanyak 185 orang, meningkat dari tahun 2024 yang berjumlah 147 orang. Pada tahun 2025 terjadi penambahan 43 anggota baru, sementara 5 anggota tercatat berkurang karena pensiun, mutasi, meninggal dunia, atau mengundurkan diri.
Selain itu, berdasarkan data kepegawaian UINSI Samarinda, jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) tercatat sebanyak 370 orang. Dari jumlah tersebut, masih terdapat 185 ASN yang belum menjadi anggota koperasi. Oleh karena itu, pengurus berharap seluruh ASN UINSI Samarinda dapat bergabung sebagai anggota guna memperkuat permodalan dan keberlanjutan usaha koperasi.
Namun demikian, koperasi juga menghadapi sejumlah kendala, di antaranya tunggakan pembiayaan, kenaikan harga toga, keterbatasan waktu pengelolaan, serta kebijakan efisiensi anggaran tahun 2025 yang turut berdampak pada operasional usaha.
Melalui forum RAT ini, Ilham menegaskan pengurus berkomitmen untuk terus meningkatkan profesionalisme pengelolaan koperasi, memperkuat tata kelola, serta mengoptimalkan pelayanan kepada anggota. Ia berharap dukungan dan partisipasi aktif seluruh anggota menjadi kunci dalam mewujudkan koperasi yang sehat, mandiri, dan berdaya saing di lingkungan UINSI Samarinda.
Penulis : Novan Halim
Editor : Nisa Rahmawati








