SAMARINDA, UINSI NEWS — Dalam rangka mengoptimalkan pelaksanaan ibadah di Bulan Suci Ramadan, Prof. Dr. Muhammad Eka Machmud, M.Ag., Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), menyampaikan tausiyah pada kajian Dzuhur Berkah Ramadhan di Masjid SAMS Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda. Dalam pemaparannya, beliau menyoroti pentingnya menjadikan Ramadan sebagai momentum pembinaan diri, baik secara spiritual, intelektual, maupun sosial. Kamis (5/3).
Dalam momen ini, beliau menyampaikan bahwa umat Islam telah memasuki pertengahan bulan Ramadhan. Kesempatan yang besar bagi umat muslim untuk meraih ampunan Allah SWT, khususnya bagi masing- masing individu yang memanfaatkan bulan ramadan secara maksimal melalui ibadah dan perbaikan diri
“Ramadhan adalah bulan bimbingan atau bulan tarbiyah. Di bulan ini Allah membimbing umat Islam melalui berbagai amalan ibadah yang kita lakukan,” ujarnya.
Menurutnya, ibadah puasa bukan hanya sekedar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi sarana tarbiyah ruhiyah atau pembinaan spiritual. Ketika seseorang berpuasa, maka akan lebih berhati-hati dalam bertindak dan berprilaku karena takut melanggar ketentuan yang sudah di tetapkan Allah SWT yang dapat mengurangi pahala puasanya.
Lebih lanjut, beliau mengajak jamaah untuk meneladani sifat-sifat Rasulullah SAW agar memperoleh manfaat. Sifat pertama Adalah Sidiq, yaitu kejujuran dalam perkataan dan Tindakan. Selain itu sifat Tabliqh, yang mengajarkan umat muslim untuk saling mengingatkan dalam kebaikan, termasuk menegur sesama muslim Ketika ada perilaku yang tidak sesuai dengan ajaran islam.
Dalam konteks tarbiyah Ramadan, Prof. Eka juga menjelaskan bahwa pembinaan yang dilakukan mencakup beberapa aspek. Pertama adalah pembinaan spiritual untuk memperkuat iman dan ketakwaan kepada Allah SWT. Kedua adalah pembinaan akhlak agar umat Islam semakin berperilaku baik dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, Bulan Ramadhan juga dapat menjadi sarana dalam menjaga kesehatan jasmani. Menurutnya, puasa yang dijalankan dengan baik dapat memberikan manfaat kesehatan bagi tubuh.
Ramadhan juga merupakan bulan pendidikan sosial (tarbiyah ijtima’iyah). Umat Islam diajak untuk lebih peduli terhadap sesama, terutama dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Bentuk kepedulian tersebut dapat diwujudkan melalui sedekah, zakat, maupun bantuan material bagi mereka yang memerlukan.
Prof. Eka mendorong para mahasiswa agar memanfaatkan waktu di bulan Ramadhan dan mengisinya dengan kegiatan yang dapat meningkatkan iman serta menambah ilmu pengetahuan. Dengan belajar sungguh-sungguh, diharapkan para mahasiswa dapat meraih kesuksesan hingga dapat menyelesaikan pendidikan sarjana dan bekerja sesuai dengan bidang keahlian masing-masing.
Kajian Dzuhur Ramadhan ini menjadi salah satu upaya UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda dalam menghadirkan ruang intelektual dan spiritual bagi sivitas akademika serta masyarakat selama bulan suci Ramadhan. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkaya pemahaman umat Islam terhadap ajaran agama sekaligus mendorong diskusi ilmiah yang konstruktif mengenai berbagai isu keislaman kontemporer.
Penulis: Nadia Zoraya
Editor: Nisa Rahmawati






