SAMARINDA, UINSI NEWS — Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan dengan kegiatan yang bernilai ibadah dan kepedulian sosial, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda bidang Sosial Budaya menyelenggarakan rangkaian kegiatan tadarus Al-Qur’an, khotmil Qur’an, serta santunan anak yatim. Senin (23/2) lalu.
Kegiatan ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Salsabila Samarinda dan diikuti oleh para anggota DWP UINSI bersama para santri. Para peserta secara bersama-sama melakukan tadarus Al-Qur’an dengan pembagian juz hingga akhirnya mencapai khotmil Qur’an.
Suasana kebersamaan dan kekhusyukan tampak mewarnai setiap rangkaian kegiatan. Melalui tadarus yang dilakukan secara berkelanjutan, para peserta tidak hanya memperdalam interaksi dengan Al-Qur’an, tetapi juga mempererat silaturahmi antara DWP UINSI dan keluarga besar Pondok Pesantren Salsabila.
Sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan Ramadhan, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pemberian santunan kepada anak-anak yatim yang berada di lingkungan pesantren. Santunan ini diharapkan dapat memberikan kebahagiaan sekaligus dukungan bagi anak-anak yatim agar tetap semangat dalam menuntut ilmu.
Ketua DWP UINSI, Dr. Sri Susmiyati menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen organisasi untuk menghadirkan kegiatan yang tidak hanya memperkuat spiritualitas, tetapi juga menumbuhkan semangat berbagi kepada sesama.
“Melalui kegiatan tadarus, khotmil Qur’an, dan santunan anak yatim ini, kami berharap Ramadhan menjadi momentum untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial,” ungkapnya.
Kegiatan ini pun disambut hangat oleh pihak Pondok Pesantren Salsabila. Selain menjadi sarana ibadah di bulan Ramadhan, kegiatan tersebut juga memperkuat hubungan silaturahmi antara DWP UINSI Samarinda dengan masyarakat, khususnya lingkungan pesantren.
Melalui kegiatan ini, DWP UINSI Samarinda berharap nilai-nilai kebersamaan, kepedulian, serta kecintaan terhadap Al-Qur’an dapat terus tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan kampus maupun di tengah masyarakat.
Penulis: Nisa Rahmawati







