Lebih dari sekadar ajang silaturahmi, Halalbihalal UINSI Samarinda turut diisi tausiyah oleh Ketua MUI Provinsi Kalimantan Timur, K.H. Muhammad Rasyid, serta dibuka oleh Rektor UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda, Prof. Dr. Zurqoni, M.Ag.
Dalam sambutannya, Prof. Zurqoni menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh keluarga besar UINSI Samarinda atas segala kesalahan dan kekhilafan selama menjalankan tugas dan kerja sama dalam membangun kampus.
“Pada momen yang penuh berkah ini, saya secara pribadi, atas nama pimpinan dan lembaga, menyampaikan mohon maaf lahir dan batin. Semoga kebersamaan kita selama ini terus terjaga dalam upaya memajukan UINSI Samarinda,” ujarnya.
Suasana khidmat semakin terasa dalam rangkaian kegiatan ini melalui pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Sahrul, mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) UINSI Samarinda selaku qori, dengan lantunan QS An-Naba ayat 31–40. Ayat tersebut mengandung pesan tentang balasan bagi orang-orang yang bertakwa serta peringatan akan hari pembalasan, sebagai pengingat untuk senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Selaras dengan pesan tersebut, tausiyah yang disampaikan oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kalimantan Timur, K.H. Muhammad Rasyid, mengajak perguruan tinggi Islam untuk terus memperkuat peran dalam membangun generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki ketakwaan dan kesalehan sosial.
Dalam tausiyahnya, K.H. Muhammad Rasyid mengajak seluruh hadirin untuk bangga menjadi seorang Muslim di tengah berbagai tantangan zaman. Beliau menekankan pentingnya peran perguruan tinggi Islam sebagai pusat penyiaran ajaran Islam yang kaffah.
Selain itu, beliau juga menyoroti pentingnya menjaga kesalehan sosial, seperti saling menghargai dan membangun hubungan yang harmonis antar sesama manusia. Menurutnya, keseimbangan antara hubungan dengan Allah (hablumminallah) dan hubungan dengan manusia (hablumminannas) merupakan ciri orang yang dekat dengan Allah.
K.H. Muhammad Rasyid juga berharap ibadah puasa yang telah dijalani selama Ramadhan dapat menjadi momentum peningkatan kualitas keimanan dan ketakwaan. Lebih lanjut, momentum Idulfitri tidak hanya dimaknai sebagai kemenangan spiritual, tetapi juga sebagai panggilan untuk memperkuat solidaritas kemanusiaan di tengah berbagai tantangan global, baik krisis lingkungan, sosial, maupun kemanusiaan.
Sebagai satu-satunya perguruan tinggi Islam negeri di Kalimantan Timur, UINSI Samarinda diharapkan mampu menjadi model peradaban yang tidak hanya unggul dalam bidang pendidikan, tetapi juga berkeadilan, beretika, dan berlandaskan nilai-nilai ketuhanan.
Melalui kegiatan Halalbihalal ini, diharapkan seluruh warga kampus UINSI Samarinda semakin mempererat silaturahmi serta memperkuat nilai-nilai kesalehan dalam kehidupan kampus.
Penulis: Puji Wulandari
Editor: Nisa Rahmawati











