SAMARINDA, UINSI NEWS – Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda terus melahirkan alumni yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menunjukkan daya juang, ketangguhan, dan kontribusi nyata di tengah masyarakat. Salah satunya adalah Abdul Majid, S.Pd., alumni Program Studi Pendidikan Agama Islam, yang membagikan kisah inspiratifnya melalui pertanyaan reflektif, “Seberapa jauh UINSI mengubah hidupmu?”
Bagi Abdul Majid, masa kuliah di UINSI Samarinda bukan sekadar proses menempuh pendidikan tinggi, melainkan perjalanan penting yang membentuk mental, karakter, dan keberanian untuk terus berkembang. Saat ini, ia berkarier sebagai Customer Service di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk sejak Oktober 2022.
Dalam perjalanan akademik dan pengembangan dirinya, Abdul Majid telah menorehkan berbagai prestasi membanggakan di tingkat daerah hingga nasional. Sejumlah capaian tersebut di antaranya Juara 1 Lomba Video Employer Branding “Through the Lens of BNI Hi Movers” tingkat nasional, Juara 3 Video tingkat Provinsi Kalimantan Timur di Bank Indonesia Kaltim tahun 2024, Juara 1 Video Content Challenge TikTok dan Instagram tingkat Provinsi Kalimantan Timur tahun 2023, Delegasi Provinsi Kalimantan Timur dalam Pendidikan Kader Pemimpin Muda Nasional oleh Kemenpora RI dan Lemhannas RI tahun 2023, Juara 1 Pemuda Pelopor Tingkat Kota Samarinda tahun 2021, Peraih Marga Tanda Mahasiswa Berprestasi Kota Samarinda tahun 2021, Juara 1 Menulis Cerita Inspiratif tingkat nasional tahun 2020, Juara 3 Menulis Opini tingkat nasional tahun 2020, serta Delegasi Lomba Karya Tulis Ilmiah tingkat nasional di IAIN Purwokerto tahun 2020.
Abdul Majid mengungkapkan bahwa momen paling berkesan selama menempuh pendidikan di UINSI bukan hanya ketika dirinya dinyatakan lulus dengan predikat cumlaude, tetapi juga proses panjang yang harus dilalui untuk sampai pada titik tersebut. Sebagai awardee Bidikmisi dan penyandang disabilitas fisik, ia menghadapi berbagai tantangan yang tidak selalu tampak di permukaan.
“Momen paling berkesan dalam hidup saya selama kuliah di Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda bukan hanya saat dinyatakan lulus dengan predikat cumlaude, tetapi bagaimana saya bisa sampai di titik itu. Sebagai awardee Bidikmisi dan seorang disabilitas fisik, perjalanan kuliah saya penuh dengan tantangan yang tidak selalu terlihat. Saya harus belajar lebih keras, beradaptasi lebih cepat, dan membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berprestasi,” ungkapnya.
Selama menjalani masa perkuliahan, Abdul Majid tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik hingga berhasil meraih IPK 3,88, tetapi juga aktif mengembangkan diri melalui organisasi Himpunan Mahasiswa Bidikmisi. Keterlibatan tersebut turut membentuk kemampuan komunikasi, public speaking, serta kreativitasnya di bidang konten dan videografi. Baginya, kampus bukan hanya tempat mempelajari teori, tetapi juga ruang untuk menempa keberanian, memperkuat karakter, dan menumbuhkan keyakinan untuk bermimpi lebih besar.
Ia menilai bahwa perubahan terbesar dalam hidupnya setelah kuliah di UINSI adalah tumbuhnya rasa percaya diri. Dari pribadi yang semula kerap meragukan diri, ia berubah menjadi sosok yang lebih siap menghadapi dunia kerja serta tantangan kehidupan dengan lebih optimis.
“Perubahan terbesar dalam hidup saya setelah kuliah di Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda adalah dari yang dulu sering meragukan diri, menjadi pribadi yang lebih percaya diri dan berani berkembang. Kuliah mengajarkan saya bahwa keterbatasan bukan penghalang, tapi kekuatan. Dari situ, saya tumbuh menjadi lebih siap menghadapi dunia kerja hingga bisa berkontribusi secara profesional di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk,” jelasnya.
Kepada generasi muda yang masih ragu untuk melanjutkan studi di UINSI Samarinda, Abdul Majid menyampaikan pesan penuh motivasi. Menurutnya, UINSI bukan sekadar tempat untuk menempuh pendidikan, tetapi juga tempat untuk bertumbuh, menemukan potensi diri, serta menyiapkan masa depan.
“Jangan takut mulai. Kampus ini bukan cuma tempat belajar, tapi tempat kamu bertumbuh, menemukan potensi, dan membuktikan diri. Saya merasakan sendiri proses itu saat kuliah hingga lulus cumlaude. Bekal dari UINSI kemudian mengantarkan saya meraih berbagai pencapaian dan berkarier di dunia profesional,” pesannya.
Kisah Abdul Majid menjadi bukti bahwa UINSI Samarinda tidak hanya mencetak lulusan, tetapi juga menghadirkan ruang tumbuh bagi mahasiswa untuk mengenali kekuatan dirinya, melampaui keterbatasan, dan melangkah menuju masa depan yang lebih baik.
Penulis: Selvi Ramadhani Putri
Editor: Nisa Rahmawati




