Mahasiswa UINSI Borong Medali di SeIBa Internasional 2025

PADANG, UINSI NEWS – Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda kembali menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi keagamaan yang berorientasi pada pengembangan keilmuan, seni, dan budaya melalui capaian prestisius di ajang South East Asia Islamic Business and Academic (SeIBa) International Festival 2025. (10/10)

Ajang internasional yang berlangsung di UIN Imam Bonjol Padang ini mengusung tema “Diversity of Nusantara Culture 2025,” sebagai refleksi atas upaya mempertemukan nilai-nilai budaya, spiritualitas Islam, dan ekspresi intelektual dalam bingkai kolaborasi lintas negara. Melalui festival ini, para peserta dari berbagai perguruan tinggi di Asia Tenggara diuji tidak hanya dalam aspek kemampuan artistik, tetapi juga dalam kedalaman narasi, orisinalitas ide, serta relevansi kultural terhadap konteks keislaman kontemporer.

Keterlibatan mahasiswa UINSI Samarinda dalam berbagai kategori lomba menegaskan model pendidikan yang dikembangkan oleh universitas ini yakni pendidikan integratif yang menyinergikan keilmuan, spiritualitas, dan kebudayaan.

Hasilnya, mahasiswa UINSI berhasil meraih berbagai penghargaan internasional di sejumlah bidang kompetisi, antara lain seni tari, sastra, vokal, monolog, dan perfilman.

Dalam kategori Tari Tradisional, tim mahasiswa UINSI yang terdiri dari Alya Ghaitsa Zahirashafa dan Ikrima Salsabila (PGMI), Neby Indah Berliantari (Ekonomi Syariah), Elvia Febrianti (Manajemen Pendidikan Islam), dan Rihhadatul Aisya (Manajemen Bisnis Syariah), meraih Gold Medal melalui penampilan yang merepresentasikan dinamika estetika gerak dan spiritualitas budaya Nusantara.

Tarian ini bukan sekadar ekspresi artistik, melainkan bentuk komunikasi budaya yang menegaskan pentingnya menjaga identitas tradisional dalam era modernitas global.

Di bidang sastra, prestasi membanggakan diraih oleh Pebri Putri Indriani (KPI) dengan Gold Medal, dan Muhammad Fiqih Hidayat (Komunikasi Penyiaran Islam) dengan Silver Medal dalam kategori Puisi.

Keduanya dinilai mampu menghadirkan teks yang berlapis makna menggabungkan refleksi spiritual, sosial, dan humanistik. sehingga memperlihatkan tingkat literasi emosional dan intelektual yang tinggi. Puisi menjadi medium untuk menegaskan posisi sastra sebagai ruang perenungan religius sekaligus resistensi kultural terhadap degradasi moral di era digital.

Pada kategori Pop Solo, Muhammad Rifly Rifai Arif Makkabilla (Hukum Tata Negara) memperoleh Gold Medal untuk Pop Solo Putra, sementara Ratu Bulan Purnama (Pendidikan Agama Islam) meraih Silver Medal untuk Pop Solo Putri.

Kedua mahasiswa ini berhasil menampilkan perpaduan antara teknik vokal dan sensitivitas makna lirik, menghadirkan musik sebagai ruang dakwah kultural yang mengedepankan keindahan sekaligus nilai-nilai keislaman.

Dalam bidang Monolog, tiga mahasiswa Miftakhul Jannah dan Rahma Aulia (Komunikasi Penyiaran Islam), serta Rahma Aulliah (Ekonomi Syariah) meraih Gold Medal atas performa teatrikal yang sarat kritik sosial. Monolog mereka menyoroti isu kemanusiaan dan moralitas dengan pendekatan dramatik dan reflektif, menegaskan bahwa seni pertunjukan dapat berfungsi sebagai instrumen pendidikan karakter dan kesadaran sosial.

Prestasi paling bergengsi diraih oleh tim Short Movie UINSI Samarinda yang memperoleh Platinum Medal penghargaan tertinggi dalam kompetisi tersebut. Tim ini beranggotakan Muhammad Ammar Gajali (Hukum Tata Negara), M. Hanif Musallam (Komunikasi Penyiaran Islam), Andika Adi Riyanto (Perbandingan Mazhab dan Hukum), dan Fitriani Rizky Barokah (Hukum Tata Negara).

Karya mereka dinilai unggul dalam aspek sinematografi, struktur naratif, dan relevansi nilai budaya. Film tersebut tidak hanya menampilkan keindahan visual, tetapi juga menggambarkan dialog antara tradisi dan modernitas, serta nilai-nilai moral Islam yang dikontekstualisasikan dengan kehidupan generasi muda.

Secara ilmiah, capaian ini menunjukkan bagaimana mahasiswa UINSI mampu mengintegrasikan media kreatif sebagai instrumen epistemologis yakni alat untuk menyampaikan gagasan keislaman secara estetis dan universal. Film menjadi sarana dakwah yang efektif, menembus batas geografis dan kultural melalui bahasa visual yang inklusif.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama Prof. Dr. Muhammad Tahir, S.Ag., M.M., memberikan apresiasi atas keberhasilan mahasiswa UINSI Samarinda dalam ajang internasional ini.

Beliau menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan manifestasi keberhasilan pendidikan holistik yang diterapkan oleh universitas pendidikan yang menekankan integrasi antara aspek intelektual, spiritual, dan estetika.

“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa UINSI tidak hanya membentuk insan akademik yang unggul secara kognitif, tetapi juga kreatif, inovatif, dan berkarakter. Kami ingin melahirkan lulusan yang tidak sekadar memahami ilmu, tetapi juga mampu mengekspresikan nilai-nilai Islam dan budaya secara konstruktif di ruang global,” ungkapnya.

Capaian di ajang SeIBa International Festival 2025 menjadi bukti bahwa perguruan tinggi Islam di daerah memiliki potensi global ketika diberi ruang ekspresi dan dukungan kelembagaan yang kuat.

Mahasiswa UINSI telah menunjukkan bahwa intelektualitas tidak hanya diukur dari kemampuan akademik, tetapi juga dari kematangan estetika, kepekaan sosial, dan komitmen terhadap pelestarian nilai-nilai budaya bangsa.

Prestasi mahasiswa UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda pada SeIBa International Festival 2025 bukan sekadar perolehan medali, tetapi merupakan indikator transformasi paradigma pendidikan Islam modern.

Melalui integrasi ilmu, seni, dan budaya, UINSI membangun ekosistem akademik yang menumbuhkan manusia berkarakter, berpengetahuan, dan berjiwa estetik sebuah kontribusi nyata dalam membangun peradaban Islam yang kreatif dan berkeadaban.

Penulis: Novan Halim | Editor: Agus Prajitno


Penulis : Novan Halim | Editor : Agus Prajitno

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
LANGUAGE»