Rektor UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda Hadiri Salat Subuh Berjamaah Perdana di Masjid Negara IKN

IBU KOTA NUSANTARA, UINSI NEWS — Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda, Prof. Dr. Zurqoni, M.Ag., bersama jajaran pimpinan dan sivitas akademika menghadiri Salat Subuh Berjamaah di Masjid Negara Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Minggu (11/1).

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA., yang bertindak sebagai imam sekaligus menyampaikan kuliah subuh kepada jamaah.

Kehadiran pimpinan UINSI Samarinda dalam agenda tersebut mencerminkan partisipasi aktif perguruan tinggi keagamaan Islam negeri dalam mendukung pembangunan IKN, khususnya dalam penguatan dimensi spiritual, sosial, dan peradaban. Masjid Negara IKN diposisikan tidak hanya sebagai fasilitas ibadah, tetapi juga sebagai pusat integrasi nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan moderasi beragama di jantung ibu kota negara yang baru.

Dalam kuliah subuhnya, Menteri Agama menyampaikan apresiasi terhadap progres pembangunan Masjid Negara IKN yang dinilai telah mendekati tahap penyelesaian secara fungsional. Menurutnya, masjid tersebut direncanakan mulai dioperasikan secara aktif pada bulan suci Ramadan hingga perayaan Idulfitri 1447 Hijriah. Hal ini menandai kesiapan infrastruktur keagamaan IKN dalam mendukung aktivitas ibadah masyarakat dan aparatur negara.

Lebih lanjut, Menteri Agama menegaskan bahwa Kementerian Agama sebagai instansi vertikal memiliki kesiapan untuk mulai mengoperasikan sebagian fungsi kelembagaannya dari kawasan IKN. Pemanfaatan teknologi informasi dan sistem koordinasi digital dinilai memungkinkan pelaksanaan tugas-tugas pelayanan keagamaan dilakukan secara efektif dari pusat pemerintahan yang baru.

Rektor UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda, Prof. Dr. Zurqoni, M.Ag., memandang momen ini sebagai bagian dari perubahan tata kelola keagamaan dalam skala nasional yang terhubung dengan pembangunan IKN. Menurutnya, keberadaan Masjid Negara IKN merupakan simbol penting dari peradaban religius Indonesia yang inklusif dan berorientasi masa depan, sejalan dengan visi pengembangan Islam moderat dan berkemajuan.

Masjid Negara IKN dibangun dengan konsep arsitektur modern yang merepresentasikan identitas kebangsaan dan spiritualitas Islam. Pada tahap awal, masjid ini memiliki luas bangunan sekitar 76.647 meter persegi dengan kapasitas lebih dari 29.000 jamaah, dan direncanakan untuk dikembangkan hingga mampu menampung sekitar 60.000 jamaah seiring meningkatnya aktivitas masyarakat di kawasan Nusantara.

Dengan terselenggaranya Salat Subuh berjamaah yang dipimpin langsung oleh Menteri Agama dan dihadiri oleh pimpinan UINSI Samarinda, Masjid Negara IKN secara simbolik telah memasuki fase pemanfaatan sebagai pusat kegiatan ibadah dan pembinaan keagamaan di ibu kota negara baru Republik Indonesia.

Penulis : Novan Halim | Editor : Agus Prajitno

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
LANGUAGE»