MELAKA, UINSI NEWS – Dalam rangka memperkenalkan konsep toleransi Qurani di tengah masyarakat muslim kontemporer kawasan Asean, salah seorang dosen Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda, Dr. Iskandar, M. Ag., berhasil tampil menjadi presenter di ajang “Seminar Asean Issue & Bengkel Akademik yang diselenggarakan oleh Association of Asean Academic (ASEANACA) pada Rabu, 28 Januari 2026 bekerjasama dengan Seminar Asean Issue & Bengkel Akademik Universiti Teknologi MARA (UiTM) Cawangan Melaka, Malaysia.
Dalam presentasinya, Iskandar memaparkan topik berjudul: “Negotiating Qur’anic Tolerance in Contempory Muslim Society: a Hbyrid NLP–Maqashid Analysis of Tafsir Authority and Its Socio-Legal Reception in Indonesia.” Paparan ini mengangkat dinamika negosiasi toleransi Qur’ani di masyarakat Muslim kontemporer melalui pendekatan analisis Hybrid yang menggabungkan Natural Language Processing (NLP) dan perspektif maqashid al-shariah dalam membaca otoritas tafsir serta penerimaan sosial-hukumnya di Indonesia.
Seminar internasional ini berlangsung antusias karena diikuti setidaknya 250 peserta dari utusan berbagai negara, 13 delegasi Perguruan Tinggi yang ada di Indonesia (Jakarta, Jawa, Sumatera, Sulawesi, dan Kalimantan), beberapa perwakilan dari Islamic Studies University, Qom, Iran, dan Filipina.
Seminar ini dibuka secara langsung oleh Presiden ASEANACA, Prof. Tulus dan kata Sambutan dari pihak UiTM. Dalam sambutannya Prof. Tulus menegaskan bahwa ASEANACA merupakan organisasi global yang memiliki komitmen tinggi untuk meningkatkan kualitas dan percepatan kemajuan Perguruan Tinggi, terutama yang ada di Indonesia, sesuai dengan tuntutan global saat ini. “Kehadiran berbagai institusi tersebut menjadi wadah strategis untuk memperluas jejaring, pertukaran gagasan, dan penguatan kerja sama akademik, riset, serta pengembangan kelembagaan”, tegasnya.
Turut hadir sebagai delegasi di acara Seminar Internasional ini adalah Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UINSI Samarinda, Dr. H. Moh. Mahrus, M.HI, dan Ketua Jurusan Perbankan Syariah Nurul Fadhilah, M.E.
Dr. Mahrus berharap, agar ajang ini menjadi bagian penting meningkatkan sistem kerjasama Tri Dharma Perguruan Tinggi berskala internasional.
Penulis: Dr. Iskandar, M.Ag.
Editor: Selvi Ramadhani (HUMAS)








