Rektor UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda Prof. Dr. Zurqoni, M.Ag. Buka Agenda Talkshow Al-Qur’an Bersama Bimas Islam Kemenag RI

SAMARINDA — Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda menjadi tuan rumah kegiatan Talkshow Al-Qur’an dalam rangkaian program Joyful Ramadan yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia bekerja sama dengan LPTQ Provinsi Kalimantan Timur. Kegiatan ini berlangsung dengan antusiasme tinggi dari mahasiswa UINSI Samarinda yang memadati lokasi acara. Kamis, (5/3).

Rektor UINSI Samarinda, Prof. Dr. Zurqoni, M.Ag., dalam sambutannya menyampaikan salam ta’dzim kepada Direktur Jenderal Bimas Islam yang pada kesempatan tersebut diwakili oleh Dr. H. Rijal Ahmad Rangkuti selaku Kepala Subdirektorat Tilawah Al-Qur’an. Beliau juga menyampaikan penghormatan kepada Dr. Dasmiah, S.Pd., M.A.P., yang sekaligus menjabat sebagai Wakil Ketua LPTQ Provinsi Kalimantan Timur, serta Drs. H. Abdul Khaliq, M.Pd., yang juga merangkap sebagai Wakil Ketua 1 LPTQ Provinsi Kalimantan Timur.

Selain itu, Rektor Prof. Zurqoni, M.Ag., juga menyampaikan apresiasi kepada Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UINSI Samarinda, Prof. Dr. Muhammad Tahir, S.Ag., M.M., jajaran pengurus LPTQ, serta seluruh mahasiswa yang hadir.

 

Dalam sambutannya, Rektor menekankan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber pembinaan spiritual sekaligus pedoman kehidupan. Beliau mengutip pesan Al-Qur’an bahwa semakin sering seseorang membaca dan mentadabburi ayat-ayat Allah, baik ayat qauliyah maupun kauniyah, maka semakin meningkat pula kualitas keimanan seseorang.

Menurutnya, Al-Qur’an juga memiliki fungsi sebagai penawar bagi berbagai kegelisahan dan penyakit hati. “Tidak ada rasa cemas berkepanjangan, tidak ada kegelisahan yang mendalam manakala seseorang dekat dengan Al-Qur’an. Membaca dan memahami Al-Qur’an memberikan ketenangan batin serta membangun karakter spiritual yang kuat,” ujarnya.

Namun demikian, Rektor juga menyoroti fenomena menurunnya kemampuan membaca Al-Qur’an di kalangan generasi muda, termasuk mahasiswa. Berdasarkan sejumlah temuan, masih terdapat persentase yang cukup besar dari generasi muda yang belum fasih membaca Al-Qur’an. Hal ini, menurutnya, menjadi tantangan serius di tengah arus digitalisasi yang semakin kuat.

Beliau mencontohkan fenomena mahasiswa yang pernah belajar membaca Al-Qur’an sebelum memasuki perguruan tinggi, tetapi kemampuan tersebut berkurang karena jarang dipraktikkan kembali. Akibatnya, ketika menghadapi persyaratan akademik seperti ujian membaca Al-Qur’an yang disertifikasi oleh Ma’had Al-Jami’ah, sebagian mahasiswa mengalami kesulitan.

“Fenomena ini menjadi pengingat bagi kita bahwa hilangnya Al-Qur’an di akhir zaman tidak selalu berarti mushafnya hilang, tetapi bisa dimaknai bahwa nilai-nilai yang telah dibaca tidak lagi diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Rektor berharap kegiatan ini dapat menjadi momentum penguatan literasi Al-Qur’an sekaligus memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, serta lembaga keagamaan dalam membumikan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat.

Sementara itu, Dr. H. Rijal Ahmad Rangkuti dalam sambutannya mengungkapkan rasa apresiasi atas antusiasme sivitas akademika UINSI Samarinda. Ia bahkan mengaku terkesan dengan suasana kegiatan yang begitu meriah.

“Saya sampai speechless. Ketika melihat antusiasme mahasiswa, rasanya seperti berada dalam sebuah roadshow besar. Bahkan sempat terlintas keinginan untuk kembali menjadi mahasiswa dan kuliah di UINSI Samarinda,” ujarnya.

Dr. Rijal menjelaskan bahwa kegiatan talkshow ini merupakan bagian dari rangkaian program Joyful Ramadan yang digagas oleh Direktorat Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama RI sebagai upaya edukasi, inspirasi, dan motivasi bagi masyarakat Muslim, khususnya generasi muda, untuk semakin mencintai Al-Qur’an.

Program tersebut dilaksanakan di empat wilayah, yaitu Nusa Tenggara Barat, Sumatra Selatan, Banten, dan ditutup di Kalimantan Timur yang bertepatan dengan momentum peringatan Nuzulul Qur’an.

Menurutnya, para qari dan qariah yang lahir dari berbagai ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an merupakan bagian penting dari aktor layanan keagamaan yang berperan strategis dalam meningkatkan literasi baca tulis Al-Qur’an di tengah masyarakat.

“Qari dan qariah merupakan representasi dari kerja kolaboratif antara Kementerian Agama dan pemerintah daerah melalui penyelenggaraan berbagai event keagamaan berskala nasional. Kehadiran mereka diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi peningkatan literasi Al-Qur’an masyarakat Indonesia,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Dr. Dasmiah, S.Pd., M.A.P., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut di UINSI Samarinda.

Beliau juga memperkenalkan sejumlah qari internasional yang hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut, di antaranya Muhammad Rizqon, Imranul Karim, dan Qadarasmadi Rasyid.

Menurutnya, kehadiran para qari berprestasi internasional ini menjadi inspirasi bagi generasi muda Kalimantan Timur untuk semakin mencintai dan mendalami Al-Qur’an.

Beliau juga menegaskan bahwa Kalimantan Timur memiliki rekam jejak prestasi yang membanggakan di bidang tilawah Al-Qur’an, termasuk keberhasilan meraih juara umum pada ajang Musabaqah Tilawatil Quran Nasional 2024.

“Kalimantan Timur pernah menjadi juara umum MTQ Nasional tahun 2024. Ini menjadi bukti bahwa daerah ini memiliki potensi besar dalam pengembangan Al-Qur’an. Kami berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti di sini, tetapi terus berlanjut sebagai upaya membumikan Al-Qur’an di Kalimantan Timur,” ungkapnya.

Melalui kegiatan talkshow ini, diharapkan tumbuh kesadaran baru di kalangan generasi muda, khususnya mahasiswa, untuk menjadikan Al-Qur’an tidak hanya sebagai bacaan ritual, tetapi juga sebagai sumber nilai yang membimbing kehidupan intelektual, spiritual, dan sosial di tengah dinamika zaman.

Penulis : Novan Halim | Editor : Nisa Rahmawati

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
LANGUAGE»