355 Wisudawan UINSI Dikukuhkan, Prof. Zurqoni Tekankan Peran Orang Tua dan Pembelajaran Sepanjang Hayat

SAMARINDA, UINSI NEWS — Sebanyak 355 wisudawan Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda resmi dikukuhkan dalam prosesi wisuda yang berlangsung khidmat. Momentum ini menjadi penanda penting atas perjalanan akademik para lulusan sekaligus awal langkah baru dalam menghadapi dunia yang terus berubah.

Dalam sambutannya, pimpinan universitas menyampaikan bahwa wisuda bukan sekadar seremoni kelulusan, melainkan simbol keberhasilan atas ketekunan, kerja keras, dan ketahanan mental para mahasiswa selama menempuh pendidikan.

“Hari ini adalah tonggak penting dalam perjalanan hidup Saudara. Gelar sarjana yang diraih bukan hanya bukti keberhasilan akademik, tetapi juga hasil dari perjuangan panjang menghadapi berbagai tantangan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyoroti perubahan zaman yang ditandai dengan transformasi digital, perkembangan kecerdasan buatan, serta dinamika global yang semakin cepat. Menurutnya, dunia kerja saat ini tidak hanya membutuhkan pengetahuan, tetapi juga kemampuan adaptasi, berpikir kritis, kreativitas, serta integritas.

“Kelulusan hari ini bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal dari pembelajaran sepanjang hayat,” tegasnya.

Para wisudawan juga diingatkan bahwa tantangan ke depan tidaklah mudah. Disrupsi teknologi, ketidakpastian ekonomi, dan perubahan sosial menuntut lulusan untuk menjadi pribadi yang tangguh dan fleksibel. Namun, bekal ilmu, pengalaman, serta nilai-nilai yang diperoleh selama kuliah diyakini menjadi fondasi kuat untuk menghadapi masa depan.

Selain kecerdasan intelektual, lulusan UINSI diharapkan memiliki kepedulian sosial dan moral. Ilmu yang dimiliki hendaknya digunakan untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan dunia.

Dalam kesempatan tersebut, pesan khusus juga disampaikan terkait pentingnya peran orang tua dalam perjalanan pendidikan mahasiswa. Disebutkan bahwa keberhasilan wisudawan tidak terlepas dari doa, dukungan, dan pengorbanan keluarga.

“Ilmu memang penting untuk meraih kesuksesan, tetapi ridho dan doa orang tua jauh lebih utama untuk mendapatkan keberkahan. Oleh karena itu, kesantunan dan sikap tawadhu kepada orang tua harus tetap dijaga,” pesannya.

Pihak universitas turut menyampaikan terima kasih kepada seluruh orang tua dan keluarga yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada UINSI. Pada momen ini, kampus secara resmi mengembalikan tanggung jawab pendidikan kepada keluarga, seraya memohon maaf atas segala kekurangan selama proses pembelajaran berlangsung.

Menutup sambutan, seluruh wisudawan didorong untuk menjadi agen perubahan yang mampu membawa kebaikan di tengah masyarakat.

“Jadilah lulusan yang tidak hanya sukses secara pribadi, tetapi juga diterima dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar,” pungkasnya.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
LANGUAGE»