SAMARINDA, UINSI NEWS,— Semangat syiar di era digital terpancar kuat dalam gelaran Festival Manajemen Dakwah yang berlangsung selama dua hari di Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) UINSI Samarinda. Di bawah komando HayatunnisPraktekkana, mahasiswi semester 6 Program Studi Manajemen Dakwah, kegiatan ini berhasil memadukan nilai-nilai akademis dengan kreativitas lapangan.
Mengusung tema besar “Dakwah Verse: Dakwah Kebaikan di Era Digital”, festival ini menjadi ajang pembuktian bahwa dakwah kini mampu beradaptasi dengan tren teknologi tanpa kehilangan esensi spiritualnya.
Dalam laporan kegiatannya, Hayatunnisa menekankan bahwa festival ini merupakan implementasi nyata dari mata kuliah Event Organizer. Namun bagi mahasiswa semester 6 ini, target yang dikejar jauh melampaui sekadar nilai di lembar KHS.
Kegiatan ini lahir dari semangat kami untuk memberikan kontribusi nyata. Kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa Manajemen Dakwah tidak hanya cakap di bangku kuliah, tetapi juga mampu terjun langsung mengelola kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat luas,” ujar Hayatunnisa saat menyampaikan laporannya.
Kompetisi Kreatif dan Sinergi Ekonomi
Sebanyak 37 peserta turut berkompetisi dalam tiga kategori lomba utama, yakni Da’i, Fashion Show, dan Desain Poster. Kemeriahan acara semakin lengkap dengan hadirnya Bazar Popcon yang merupakan hasil kolaborasi mahasiswa MD dengan *Horemarket*. Sekitar 10 tenan bazar hadir memadati area acara, menciptakan atmosfer ekonomi kreatif di tengah lingkungan kampus.
Keberhasilan ini, menurut Hayatunnisa, tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Ia secara khusus menyampaikan apresiasi mendalam kepada Bapak Reza, dosen pengampu sekaligus penanggung jawab acara, atas bimbingan dan kepercayaan yang diberikan kepada tim panitia.
Dukungan strategis juga mengalir dari pihak eksternal, seperti Mimi Chicken dan PT Bara Kaltim yang turut menyokong kesuksesan festival ini sebagai sponsor utama
Di balik layar kesuksesan acara, Hayatunnisa memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh anggota panitia yang telah bekerja keras dari tahap persiapan hingga pelaksanaan.
“Terima kasih atas kerja keras, dedikasi, dan pengorbanan seluruh rekan-rekan panitia. Tanpa soliditas kalian, acara ini tidak akan bermakna,” ungkapnya penuh haru.
Menutup laporannya, mahasiswi yang tengah menempuh tahun ketiga studinya ini menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan yang mungkin ditemui selama acara berlangsung. Ia berharap, Festival “Dakwah Verse” dapat menjadi titik awal bagi mahasiswa lain untuk terus berinovasi dalam menyebarkan pesan kebaikan.
Penulis : Kontributor FUAD | Editor: Nisa Rahmawati




