MALAYSIA, UINSI NEWS – Tiga mahasiswa Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda dari Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD), Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam, turut berperan aktif dalam pelaksanaan workshop internasional bertajuk “Somatic & Nervous System Regulation: Balancing the Body & Mind for Optimal Health”.
Kegiatan yang diselenggarakan secara hybrid pada 3 Mei 2026 tersebut menghadirkan trainer internasional dan diikuti oleh peserta dari Indonesia serta Malaysia. Pelaksanaan utama kegiatan berlangsung secara daring melalui platform digital dengan menghadirkan pembahasan seputar regulasi tubuh, sistem saraf, keseimbangan pikiran, serta kesehatan mental.
Dalam kegiatan ini, mahasiswa internship MBKM UINSI Samarinda dipercaya mengambil peran strategis sebagai bagian dari panitia inti. Azhari Aprilia Hasanah bertugas sebagai Master of Ceremony (MC) yang memandu jalannya kegiatan secara komunikatif dan profesional.
Sementara itu, Alya Octavia berperan sebagai moderator yang memfasilitasi sesi pemaparan materi oleh Tuan Saffuan Abdullah dari Malaysia dan Ibu Rini Fitriani Permatasari, S.Psi., M.A. Melalui perannya, sesi diskusi berlangsung interaktif, terarah, dan memberi ruang bagi peserta untuk menyampaikan pertanyaan maupun tanggapan.
Adapun Jihan Sabrina Anggraini turut berperan sebagai moderator pada sesi bersama Dr. (Cand.) Richad D.S. Afandi yang membahas regulasi sistem saraf secara lebih mendalam. Kehadiran para mahasiswa tersebut menunjukkan kemampuan mereka dalam mengelola forum ilmiah, membangun komunikasi lintas budaya, serta mendukung kelancaran kegiatan bertaraf internasional.
Workshop ini diikuti oleh audiens dari UINSI Samarinda dan peserta dari Malaysia. Antusiasme peserta terlihat dari partisipasi aktif dalam sesi tanya jawab dan diskusi yang berlangsung dinamis sepanjang kegiatan.
Keterlibatan mahasiswa internship MBKM UINSI Samarinda sebagai panitia inti turut mendapat apresiasi dari pihak Persatuan Kaunselor Pendidikan Malaysia (PEKA). Kehadiran mereka dinilai membantu jalannya kegiatan agar berlangsung lebih sistematis, tertib, dan terkoordinasi dengan baik.
Bagi Alya Octavia, kegiatan ini bukan hanya menjadi ruang pembelajaran akademik, tetapi juga menjadi sarana penguatan kompetensi profesional, terutama dalam bidang komunikasi, koordinasi acara, pengelolaan forum ilmiah, serta pengembangan jejaring internasional.
Melalui keterlibatan tersebut, UINSI Samarinda kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung internasionalisasi pendidikan. Partisipasi mahasiswa dalam kegiatan internasional ini menjadi bagian dari upaya kampus dalam mencetak generasi yang unggul, kompeten, profesional, serta siap menghadapi dunia kerja dan memperluas jejaring kolaborasi global di masa mendatang.
Penulis: Alya Octavia
Editor: Selvi Ramadhani (HUMAS)






