SAMARINDA, UINSI NEWS — Rektor Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda, Prof. Dr. Zurqoni, M.Ag., menekankan pentingnya reformasi kualitas pelayanan publik di lingkungan kampus. Hal tersebut disampaikannya saat memimpin apel rutin kesiapan kerja hari Senin pagi di halaman rektorat.
Di hadapan pegawai, Prof. Zurqoni mengaitkan esensi pelayanan publik dengan teori motivasi Abraham Maslow serta nilai-nilai luhur keagamaan. Menurutnya, puncak tertinggi dari kebutuhan manusia adalah ketika dirinya mampu memberikan kebermanfaatan yang luas bagi lingkungan sekitar, sejalan dengan prinsip khairun naas anfa’uhum lin naas (sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain).
“Upaya untuk menjadi manusia terbaik itu sangat berkaitan erat dengan pola dan kualitas layanan yang kita berikan sehari-hari,” ujar Prof. Zurqoni di Samarinda, Senin (18/5).
Guna mewujudkan ekosistem kampus yang prima, Rektor menginstruksikan seluruh tenaga kependidikan (tendik), dosen, hingga unsur pimpinan untuk mengimplementasikan lima dimensi utama dalam pelayanan publik:
Tangible (Bukti Fisik), Pelayanan yang optimal harus didukung oleh kesiapan fasilitas fisik, sarana, dan prasarana yang representatif guna kenyamanan publik.
Kepastian Layanan (Reliability), Setiap urusan administrasi dan akademik harus memiliki kejelasan waktu dan prosedur. Rektor menegaskan agar seluruh jajaran menghindari penundaan yang memicu ketidakpastian bagi masyarakat.
“Kalau pelayanan bisa dituntaskan hari ini, selesaikan hari ini. Jika ada kendala teknis, pastikan dan komunikasikan dengan jelas kapan layanan tersebut bisa selesai. Jangan memberi janji palsu,” tegasnya.
Daya Tanggap (Responsiveness), Seluruh aparatur kampus dituntut tanggap dan proaktif dalam membantu pihak-pihak yang membutuhkan pelayanan, baik mahasiswa, sesama tendik, maupun dosen.
Prof. Zurqoni mengingatkan agar tidak ada satu pun pengguna layanan yang diabaikan atau mendapat perlakuan tidak acuh.
Empati (Empathy), Sikap ramah dan kepedulian menajdi instrumen vital dalam pelayanan. Rektor menggarisbawahi bahwa profesionalisme menuntut pemisahan antara urusan personal dan kewajiban institusional.
“Boleh saja kita memiliki masalah pribadi, namun saat memberikan pelayanan, tunjukkan sikap seramah mungkin kepada pihak yang kita layani,” imbuhnya.
Jaminan (Assurance), Pelayanan yang diberikan harus akurat, valid, sah (shahih), dan dapat dipertanggungjawabkan sesuai regulasi yang berlaku, sehingga menumbuhkan rasa percaya (trust) dari publik.
Lebih lanjut, Prof. Zurqoni menyatakan bahwa penataan aspek pelayanan ini bukan sekadar rutinitas birokrasi, melainkan pilar utama dalam menyukseskan berbagai program strategis universitas. Peningkatan mutu layanan dinilai berbanding lurus dengan upaya akselerasi mutu dan pengembangan kelembagaan UINSI Samarinda ke depan.
Apel Senin pagi ini juga dimaknai manajemen sebagai instrumen konsolidasi antartim sekaligus wadah pembinaan mental disiplin bagi seluruh pegawai.
“Maka dari itu, aspek pelayanan harus selalu menjadi perhatian utama kita bersama. Mudah-mudahan kita semua memiliki komitmen yang besar dan kuat untuk konsisten mewujudkan pelayanan yang baik di UINSI Samarinda,” pungkas Rektor menutup amanatnya.
Penulis : Novan Halim | Editor : Nisa Rahmawati










