1.214 Mahasiswa UINSI Dilepas untuk KKN 2026, Tekankan Kerja Nyata dan Jaga Nama Baik Kampus

SAMARINDA, UINSI NEWS, – Sebanyak 1.214 mahasiswa UIN Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda resmi dilepas untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 di berbagai Kabupaten dan Kota di Kalimantan Timur. Pelepasan berlangsung dengan pesan kuat agar mahasiswa tidak sekadar menjalankan program, tetapi mampu menghadirkan kerja nyata yang bermanfaat bagi masyarakat.

Pelepasan KKN yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UINSI Samarinda berlangsung di Lapangan Rektorat Kampus 2 UINSI. Kamis (9/7).

Mewakili Ketua LP2M UINSI Samarinda, Sekretaris LP2M, Dr. Umar Fauzan, M.Pd. menyampaikan bahwa KKN tahun ini diikuti oleh total 1.214 mahasiswa yang terbagi dalam beberapa skema pengabdian.

“Sebanyak 9 mahasiswa mengikuti KKN Persemakmuran, 61 mahasiswa mengikuti KKN Kolaboratif bersama sejumlah perguruan tinggi di Kalimantan Timur yang ditempatkan di Tenggarong Seberang sebanyak 11 kelompok dan Muara Badak sebanyak 10 kelompok. Selain itu terdapat KKN Reguler, KKN Tematik, KKN MBKM yang tersebar di Samarinda, Kutai Kartanegara, Bontang, Berau, Penajam Paser Utara, dan Paser,” jelasnya.

Selama kurang lebih 40 hari pelaksanaan KKN, Umar mengingatkan seluruh peserta untuk membangun komunikasi dan kerja sama yang baik dengan sesama mahasiswa, dosen pembimbing lapangan, maupun masyarakat di lokasi pengabdian.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan UINSI, Prof. Dr. Muhammad Nasir, M.Ag. menyampaikan apresiasi kepada LP2M, khususnya Pusat Pengabdian kepada Masyarakat, yang telah mempersiapkan pelaksanaan KKN mulai dari proses pendaftaran, keberangkatan mahasiswa hingga usai nanti.

“Atas nama lembaga saya mengucapkan terima kasih kepada LP2M yang telah melaksanakan tugas dan fungsinya dengan baik. Mudah-mudahan pelaksanaan KKN tahun ini lebih baik daripada tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.

Prof. Nasir menegaskan bahwa KKN bukanlah ajang rekreasi, melainkan wadah pengabdian kepada masyarakat. Karena itu, setiap kelompok diminta menyusun program yang realistis, terencana, dan dapat diwujudkan bersama masyarakat.

“KKN bukan untuk jalan-jalan, harus ada kerja nyata. Tidak perlu program yang terlalu banyak atau terlalu tinggi, yang penting bisa direalisasikan dan mendapat dukungan masyarakat. Setiap lokasi juga harus memiliki bukti pelaksanaan program sebagai bentuk pertanggungjawaban apabila dilakukan monitoring maupun evaluasi,” tegasnya.

Beliau juga mengingatkan mahasiswa agar mampu beradaptasi dengan lingkungan tempat bertugas. Menurutnya, mahasiswa harus meninggalkan sikap eksklusif dan membaur dengan masyarakat.

Prof. Nasir mengibaratkan mahasiswa seperti pohon kelapa yang seluruh bagiannya bermanfaat. Filosofi tersebut, katanya, menggambarkan pentingnya menjadi pribadi yang adaptif, rendah hati, dan mampu memberikan manfaat di mana pun berada.

“Jangan merasa paling hebat atau paling tahu. Ketika berada di tengah masyarakat, hormati orang yang lebih tua, berbaurlah dengan warga, dan jadilah pribadi yang membawa manfaat,” pesannya.

Selain itu, mahasiswa juga diharapkan tidak membatasi diri hanya pada bidang keilmuan masing-masing. Sebagai bagian dari visi UINSI dalam pengembangan masyarakat, setiap peserta KKN didorong untuk berkontribusi sesuai kemampuan, terutama dalam penguatan aspek keagamaan dan pemberdayaan masyarakat.

Menutup arahannya, Prof. Nasir berharap seluruh mahasiswa mampu menjaga nama baik almamater selama menjalankan pengabdian.

“Saya atas nama Rektor dan lembaga, kami tidak ingin mendengar ada mahasiswa UINSI yang viral karena hal-hal negatif. Kami ingin mendengar kabar baik, baik secara langsung di masyarakat maupun di dunia maya, tentang karya dan pengabdian mahasiswa UINSI,” pungkasnya.

Prof. Nasir juga meminta para dosen pembimbing lapangan (DPL) menjalankan peran secara optimal melalui pendampingan, pembinaan, dan arahan selama pelaksanaan KKN sehingga seluruh program dapat terlaksana dengan baik dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Penulis: Nisa Rahmawati

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
LANGUAGE»