Berangkat dengan Persiapan Matang, Mahasiswa UINSI Susun Program KKN Berbasis Kebutuhan Masyarakat

SAMARINDA, UINSI NEWS — Menjelang pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026, mahasiswa UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda terus mematangkan persiapan sebelum diterjunkan ke berbagai daerah di Kalimantan Timur. Selain melakukan koordinasi internal, sejumlah kelompok telah melaksanakan survei lapangan untuk memetakan potensi dan kebutuhan masyarakat sebagai dasar penyusunan program kerja.

Persiapan tersebut diharapkan mampu menghasilkan program pengabdian yang relevan, terukur, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Alya, mahasiswa peserta KKN MBKM di Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah UINSI Samarinda, mengatakan kelompoknya tengah menyusun program yang berkaitan dengan penguatan media informasi dan komunikasi digital. Program tersebut dirancang berdasarkan isu-isu yang berkembang di kalangan mahasiswa agar lebih relevan dengan kebutuhan sasaran.

“Kami ingin program yang dijalankan benar-benar berangkat dari kebutuhan yang ada. Karena itu, kami mengidentifikasi berbagai isu yang berkembang sebagai dasar penyusunan program kerja,” ujarnya.

Sementara itu, Jannah, peserta KKN Kolaboratif bersama mahasiswa Universitas Mulawarman, mengungkapkan bahwa persiapan kelompoknya telah mencapai sekitar 70 persen. Selain didampingi dosen pembimbing lapangan dari kedua perguruan tinggi, seluruh anggota juga telah membagi peran dalam pelaksanaan program wajib.

Program wajib tersebut meliputi pelestarian ekosistem mangrove, penguatan kemandirian pangan, dan edukasi keuangan kepada masyarakat. Menurut Jannah, pembagian tugas dilakukan berdasarkan kebutuhan program sehingga seluruh anggota dapat berkolaborasi tanpa membedakan asal program studi maupun perguruan tinggi.

“Semua anggota saling berbagi peran agar setiap program dapat berjalan dengan baik, ada yang nanti menjadi narasumber, moderator, panita dan lainnya. Fokus kami adalah bekerja sebagai satu tim untuk memberikan manfaat bagi masyarakat,” jelasnya.

Di Kampung Ketupat, Muhammad Rifandi bersama kelompok KKN MBKM melihat peluang besar untuk mengembangkan program yang mengintegrasikan pendidikan, literasi, pelestarian budaya, dan pemberdayaan masyarakat. Salah satu gagasan yang tengah disiapkan adalah pemanfaatan limbah anyaman ketupat agar memiliki nilai tambah.

“Kampung Ketupat merupakan salah satu destinasi wisata. Kami ingin mengembangkan ide pemanfaatan limbah bekas ketupat menjadi produk yang lebih bermanfaat, seperti pupuk maupun kerajinan tangan,” katanya.

Sementara itu, Samsudin yang akan melaksanakan KKN Reguler di Kampung Jawa, Kecamatan Sanga-Sanga, mengatakan kelompoknya telah melakukan survei awal dan berdiskusi dengan pemerintah kelurahan untuk mengidentifikasi kebutuhan masyarakat.

Berdasarkan hasil pemetaan tersebut, kelompoknya akan memfokuskan program pada sektor pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Selain itu, mereka juga melihat potensi pengembangan ekonomi kreatif, pertanian, dan perkebunan yang dapat dikembangkan bersama warga setempat.

“Kami ingin program yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan,” ujarnya.

Beragam gagasan yang disiapkan mahasiswa menunjukkan bahwa pelaksanaan KKN bukan sekadar agenda akademik, melainkan ruang pembelajaran sekaligus pengabdian yang mendorong mahasiswa hadir dengan solusi atas kebutuhan masyarakat.

Dengan persiapan yang matang, mahasiswa UINSI diharapkan mampu membangun kolaborasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat untuk menghadirkan program-program yang berdampak serta berkelanjutan.


Penulis: Nisa Rahmawati

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
LANGUAGE»