UINSI Gelar Kuliah Umum Pemetaan Talenta SDM, Bahas Pengembangan Potensi Berbasis Meritokrasi dan Karakter

SAMARINDA, UINSI NEWS,- Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda menyelenggarakan kuliah umum bertema Pemetaan Talenta Sumber Daya Manusia (SDM) Berbasis Potensi Genetik Golongan Darah di Aula Lantai 3 Gedung Rektorat UINSI Samarinda. Kamis (9/7).

Kuliah umum ini menghadirkan Wakil Rektor III Universitas Nurul Jadid Probolinggo, Prof. Dr. K.H. Hasan Baharun, M.Pd. serta Direktur Golda Institute, Eva Dipanti Tomba, S.Pd.

Keduanya disambut oleh Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK) UINSI Samarinda, Prof. Dr. Zamroni, M.Pd. didampingi Wakil Dekan II Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Dr. Akhmad Muadin, M.Pd.

Kegiatan ini pun diikuti oleh puluhan tenaga kependidikan dari berbagai unit di lingkungan UINSI Samarinda.

Dalam sambutannya, Prof. Zamroni berharap kuliah umum tersebut dapat memberikan wawasan baru dalam pengembangan sumber daya manusia di lingkungan UINSI.

Ia menjelaskan bahwa Prof. Hasan Baharun akan membahas pengembangan SDM dari perspektif ilmiah dan keislaman, sementara Eva Dipanti Tomba mengulas pemetaan potensi dari perspektif golongan darah.

Pada sesi pertama, Prof. Hasan Baharun menekankan bahwa setiap pegawai merupakan aset bertalenta yang memerlukan tata kelola yang tepat agar mampu berkembang secara optimal.

“The right man on the right place. Orang yang tepat ditempatkan pada posisi yang tepat, karena talenta pada hakikatnya adalah potensi laten yang dimiliki setiap individu. Kapasitas untuk berkembang dan memimpin di masa depan menjadi kebutuhan yang sangat penting saat ini,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya meninggalkan paradigma lama yang masih mengedepankan senioritas, kedekatan dengan pimpinan, maupun kebijakan yang bersifat subjektif. Menurutnya, organisasi saat ini perlu menerapkan sistem meritokrasi, yakni menempatkan seseorang berdasarkan kompetensi, potensi, dan kinerja yang terukur.

“Meritokrasi memberikan kesempatan kepada orang yang memiliki kemampuan dan potensi untuk menempati posisi yang sesuai, bukan karena kedekatan dengan pimpinan. Indikatornya adalah akselerasi karier yang objektif dan terukur,” jelasnya.

Melanjutkan materi tersebut, Eva Dipanti Tomba mengajak peserta mengenali potensi diri melalui pemahaman terhadap karakter bawaan yang dimiliki setiap individu. Menurutnya, pemetaan potensi menjadi langkah awal dalam mengembangkan sumber daya manusia yang unggul.

Ia menjelaskan bahwa golongan darah dapat digunakan sebagai salah satu kompas awal bagi pendidik untuk memahami karakter peserta didik sebelum proses pembelajaran berlangsung. Namun demikian, ia menegaskan bahwa pembentukan karakter tidak hanya dipengaruhi oleh golongan darah, melainkan juga oleh faktor lingkungan, pola asuh, dan keturunan.

Lebih lanjut, Eva menekankan pentingnya peran seorang ibu dalam membentuk karakter anak sejak masa kehamilan. Menurutnya, ibu merupakan madrasah pertama bagi anak sehingga kondisi fisik, intelektual, emosional, dan spiritual seorang ibu turut memengaruhi proses tumbuh kembang janin.

“Golongan darah adalah akar, sedangkan proses pembentukan karakter dimulai sejak anak berada dalam kandungan. Karena itu, seorang ibu perlu mempersiapkan diri dengan baik, baik dari sisi intelektual, kecerdasan emosional, maupun kemampuan berkomunikasi,” ujarnya.

Eva menambahkan, berbagai penelitian menunjukkan bahwa janin mampu merespons kondisi psikologis dan lingkungan yang dialami ibu selama masa kehamilan. Oleh sebab itu, pembentukan karakter sejak dini perlu menjadi perhatian sebagai bagian dari upaya mencetak generasi yang unggul dan berakhlak mulia.

Melalui kuliah umum ini, UINSI Samarinda berharap seluruh peserta memperoleh perspektif baru mengenai pentingnya pemetaan potensi dan pengelolaan talenta sebagai landasan pengembangan sumber daya manusia yang profesional, adaptif, dan berintegritas di lingkungan perguruan tinggi.

Penulis: Nadia Zoraya
Editor: Nisa Rahmawati

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
LANGUAGE»