9 Mahasiswa Delegasi UINSI Samarinda Ikut Berpartisipasi dalam Program KPM Kolaborasi Nusantara Persemakmuran Ex-Sunan Ampel di UIN Ponorogo

PONOROGO, UINSI NEWS – Sebanyak 9 mahasiswa delegasi Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda turut berpartisipasi dalam Program Kuliah Kerja Pengabdian Masyarakat (KPM) Kolaborasi Nusantara Persemakmuran Ex-Sunan Ampel yang dipusatkan di Universitas Islam Negeri (UIN) Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo.

Program KPM tahun 2026 ini menjadi salah satu yang terbesar dengan melibatkan 2.290 mahasiswa yang terbagi dalam 150 kelompok dan tujuh klaster pengabdian. Para peserta berasal dari UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo serta berbagai perguruan tinggi mitra dalam jejaring Persemakmuran Ex-Sunan Ampel, termasuk UINSI Samarinda.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo, Lisdyarita, saat melepas peserta KPM di Lapangan UIN Kiai Ageng Muhammad Besari, menyampaikan bahwa para mahasiswa mengemban amanah besar sebagai duta kampus sekaligus agen perubahan di tengah masyarakat. Rabu (8/7).

“Jaga sikap dan sopan santun karena kalian sedang menjalani kuliah di tengah masyarakat langsung,” ujar Lisdyarita yang akrab disapa Bunda Lis.

Ia juga mengajak seluruh peserta menjadikan masyarakat sebagai “dosen kehidupan” untuk membangun kepedulian sosial, empati, serta kedewasaan profesional melalui pengabdian yang dilakukan. Menurutnya, ilmu yang diperoleh di bangku kuliah harus mampu diaplikasikan secara nyata demi memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, Rektor UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, Evi Muafiah, menegaskan bahwa pengabdian merupakan bagian penting dari kehidupan manusia. Ia mengingatkan mahasiswa agar menjalankan KPM dengan niat membantu dan memudahkan kehidupan masyarakat.

Evi juga menitipkan tiga pesan sederhana kepada seluruh peserta, yakni menjaga salat berjamaah, membiasakan senyum yang ramah, dan mengelola sampah dengan baik sebagai bentuk syukur, kepedulian terhadap sesama, serta tanggung jawab menjaga lingkungan.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, Unun Roudlotul Janah, menjelaskan bahwa peserta KPM tersebar dalam berbagai skema pengabdian. Sebagian mengikuti KPM Nusantara di Banten dan Jawa Barat bersama mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), sementara sebagian lainnya mengikuti KPM Persemakmuran yang melibatkan perguruan tinggi mitra.

Program kolaboratif tersebut diikuti oleh UIN Tulungagung, UIN Kediri, UIN Jember, UIN Malang, UIN Surabaya, UIN Madura, UIN Mataram, UINSI Samarinda, Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Wonogiri, serta IAI Ngawi.

Keikutsertaan 9 mahasiswa delegasi UINSI Samarinda dalam program ini menjadi wujud komitmen kampus dalam memperkuat kolaborasi antar-PTKIN sekaligus memperluas pengalaman pengabdian mahasiswa di tingkat nasional.

Melalui program ini, para mahasiswa diharapkan mampu mengimplementasikan kompetensi akademik, memperkuat nilai-nilai moderasi beragama, serta berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat bersama peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Sebelum diterjunkan ke lokasi pengabdian, seluruh peserta telah mengikuti pembekalan. KPM UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo Tahun 2026 mengusung tema “Sustainable Development Community” berbasis ekoteologi dalam menguatkan multisektor di bidang hukum, pendidikan, ekonomi, dan sosial keagamaan.

Melalui tema tersebut, KPM diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari pemenuhan kewajiban akademik mahasiswa, tetapi juga mampu menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat melalui pengabdian yang kolaboratif, berkelanjutan, dan solutif.

Kontributor
Editor: Selvi Ramadhani Putri

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
LANGUAGE»