SAMARINDA, IAIN NEWS,- Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Samarinda mengadakan kuliah tamu yang membahas tentang leadership skills menuju pendidikan berkualitas. Kuliah tamu ini dilaksanakan di Gedung Rektorat Lantai 3 IAIN Samarinda Jalan H.A.M Rifaddin Loa Janan Ilir Samarinda, Selasa pagi (4/4//2017).
Kuliah tamu mengundang Walikota Samarinda H. Syaharie Ja’ang, SH, M.Si sebagai narasumber. Kuliah tamu ini dihadiri oleh para dosen dari FTIK, FASYA, FEBI dan FUAD berikut para mahasiswanya.
Kuliah tamu dimulai pukul 09.00 Wita diawali dengan sambutan Rektor IAIN Samarinda, Dr. H. Mukhamad Ilyasin, M.Pd didampingi para wakil rektor dan kabiro AUAK. Dalam sambutannya Rektor menyampaikan kata-kata motivasi kepada mahasiswa agar senantiasa belajar dengan baik dan rajin.
Selain itu, di hadapan orang nomor satu di Samarinda ini Rektor sempat menyampaikan beberapa anekdot kriteria calon pejabat yang ia namai tujuh tangan calon pejabat.
“Untuk menjadi pejabat, itu perlu ada 5 tangan, Campur tangan (keterlibatan dalam semua hal baik yang bersifat horizontal maupun vertikal), buah tangan (karya nyata buah pikiran dalam bentuk buku), tanda tangan (harus memiliki tanggungjawab karena amanah), cium tangan (harus pintar mencari figur untuk diteladani) dan garis tangan (bisa didapat melalui edukasi, Allah memberikan potensi ini pada setiap insan),” tuturnya sembari mengurai satu-satu makna dari 5 tangan itu.
Sementara itu, H. Syaharie Ja’ang, SH, M.Si Walikota Samarinda sebagai narasumber pada kuliah tamu IAIN Samarinda menjelaskan suksesnya seorang menjadi pemimpin itu diawali dari lingkungan keluarga.
“Kunci sukses menjadi pribadi pemimpin itu berawal dari sukses pembinaan karakter di lingkungan keluarga disusul dengan karir dan lain sebagainya,” ungkap Long Pahangai pada 10 September 1964 ini.
Walikota Samarinda yang sekaligus praktisi kepemimpinan ini memberikan pemahaman mengenai pengertian pemimpin dan beberapa tipikalnya. Menurutnya pimpinan jabatan atau posisi seseorang di dalam sebuah organisasi baik organisasi formal maupun organisai non formal.
“Seseorang yang menggunakan kemampuannya, sikapnya, nalurinya, dan ciri-ciri kepribadiannya yang mampu menciptakan suatu keadaan, sehingga orang lain yang dipimpinnya dapat saling bekerja sama untuk mencapai tujuan, jelas H. Syaharie Ja’ang, SH, M.Si mengungkap makna pemimpin.
Menurut suami dari Hj. Puji Setyowati, SH, M.Hum ini seseorang menjadi pemimpin itu bisa berasal dari dua factor. Factor pertama keturunan seperti anak raja, ke dua hasil kontruksi yakni pemimpin dengan jiwa kepemimpinannya juga bisa dikontruksi melalui jalur pendidikan. Kemudian apakah gaya kepemimpinan yang paling efektif yang bisa diterapkan untuk bisa mempengaruhi perilaku orang lain?
“Tidak ada satu gaya atau cara yang terbaik kepemimpinan yang bisa secara efektif mempengaruhi perilaku orang-orang.Gaya kepemimpinan yang paling efektif adalah gaya kepemimpinan yang disesuaikan dengan tingkat kedewasaan (maturity) bawahan. Kedewasaan bawahan terkait dengan dua hal, kematangan kinerja dan kematangan psikologis,” jelasnya.
Kuliah umum ini, diakhiri dengan sesi tanya jawab antara narasumber dengan mahasiswa dan foto bersama.#Tamam





