MUARA BADAK, UINSI NEWS, — Dalam upaya nyata melestarikan ekosistem pesisir, Mahasiswa KKN Kolaborasi Desa Saliki Tahun 2026 melaksanakan kegiatan “Aksi Hijau Pesisir: Penanaman Mangrove untuk Ekosistem Berkelanjutan” di kawasan Salo Sumbala, Muara Badak Ulu, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, pada Kamis, (13/8). Mengusung tema “Start Small, Grow Big: Bersama Menjaga Pesisir melalui Aksi Nyata Penanaman Mangrove,” sebuah ajakan untuk memulai perubahan dari hal kecil yang dilakukan bersama-sama demi hasil besar di masa depan.
Kegiatan penanaman mangrove ini melibatkan puluhan mahasiswa KKN, tokoh masyarakat, aparatur Pemerintah Desa Saliki, serta perwakilan kelompok masyarakat lokal yang aktif dalam konservasi lingkungan. Keterlibatan lintas elemen masyarakat tersebut menunjukkan kekompakan dan semangat gotong royong dalam menjaga dan merawat pesisir. Selain itu, program ini memperoleh dukungan logistik dan pendanaan dari perusahaan lokal Apexindo serta pendampingan komunitas nelayan melalui Ikatan Komunitas Anak Nelayan (IKAN), sehingga pelaksanaan kegiatan berjalan lancar dan terkoordinasi.
Selama kegiatan, peserta terlebih dahulu menerima pengarahan singkat mengenai teknik penanaman mangrove yang benar, pemilihan bibit yang sesuai dengan kondisi lokasi, serta pentingnya perawatan pasca-penanaman. Materi edukasi ini disampaikan oleh fasilitator yang berpengalaman, mencakup pengetahuan tentang jenis-jenis mangrove lokal, fungsi ekosistem mangrove dalam menahan abrasi, menyimpan karbon, dan menjadi habitat bagi biota pesisir. Setelah sesi teori singkat, peserta bergerak menuju lokasi bantaran untuk melakukan penanaman bibit mangrove secara bergotong royong. Kegiatan fisik tersebut diwarnai suasana kekeluargaan, tawa, dan antusiasme masyarakat yang turut serta.
Kegiatan ini tidak hanya bertujuan menambah luasan kawasan berhutan bakau, tetapi juga sebagai sarana peningkatan kesadaran lingkungan di kalangan masyarakat setempat. Dengan menggabungkan aksi lapangan dan edukasi, tim KKN berharap masyarakat memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai manfaat jangka panjang mangrove termasuk pengurangan risiko erosi, perlindungan terhadap gelombang tinggi, peningkatan stok ikan lokal, serta kontribusi terhadap mitigasi perubahan iklim melalui penyimpanan karbon.
Selain penanaman, kegiatan juga menjadi momentum untuk merancang langkah lanjutan, termasuk pembentukan kelompok pemelihara mangrove berbasis komunitas, jadwal pemantauan kondisi bibit, dan rencana edukasi berkelanjutan bagi sekolah dasar dan warga setempat. Mahasiswa KKN berkomitmen mendokumentasikan perkembangan pertumbuhan bibit dan menyusun laporan yang dapat menjadi dasar bagi inisiatif serupa di desa-desa pesisir lain.
Melalui aksi ini, Mahasiswa KKN Kolaborasi Desa Saliki Tahun 2026 berharap gerakan kecil yang dikerjakan bersama dapat tumbuh menjadi inisiatif yang lebih besar, berkelanjutan, dan berdampak luas. Sejalan dengan semangat “Start Small, Grow Big,” mereka menanam bukan hanya bibit pohon, tetapi juga benih kepedulian dan pengetahuan yang kelak akan berbuah manfaat ekologis, sosial, dan ekonomi bagi masyarakat pesisir. Harapannya, kegiatan ini menjadi contoh kolaborasi efektif antara pelajar, masyarakat, pemerintah desa, komunitas lokal, dan pihak swasta dalam menjaga dan merawat kelestarian pesisir secara berkelanjutan.
Penulis : Mahasiswa FEBI | Editor : Novan Halim







