FEBI UINSI Samarinda Gelar Kuliah Umum, Dorong Optimalisasi ZISWAF sebagai Penggerak Filantropi Islam dan Pengentasan Kemiskinan

SAMARINDA, UINSI NEWS — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda menyelenggarakan Kuliah Umum dengan tema “Optimalisasi ZISWAF Terintegrasi: Penggerak Utama Filantropi Islam dan Pengentasan Kemiskinan”, Senin (7/9), bertempat di Auditorium UINSI Samarinda.

Kegiatan yang diikuti oleh mahasiswa FEBI UINSI Samarinda tersebut merupakan bagian dari upaya FEBI dalam memperkuat wawasan dan kompetensi mahasiswa terkait perkembangan ekonomi dan keuangan syariah, khususnya dalam memahami potensi Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF) sebagai instrumen filantropi Islam yang dapat berkontribusi terhadap pemberdayaan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Program Studi Perbankan Syariah FEBI UINSI Samarinda dalam rangka memperkuat pembelajaran dan wawasan mahasiswa, dengan dukungan kerja sama FEBI UINSI Samarinda bersama Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Timur, Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Provinsi Kalimantan Timur, serta Badan Wakaf Indonesia (BWI) Provinsi Kalimantan Timur.

Rangkaian kegiatan diawali dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Peringatan tersebut menjadi momentum untuk meneladani nilai-nilai Rasulullah SAW, terutama kepedulian terhadap sesama, semangat berbagi, dan upaya membangun kesejahteraan masyarakat.

Setelah rangkaian peringatan Maulid Nabi, kegiatan kuliah umum dibuka secara resmi oleh Rektor UINSI Samarinda, Prof. Dr. Zurqoni, M.Ag. Pembukaan tersebut sekaligus menandai dimulainya sesi akademik yang menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi dan praktisi di bidang ekonomi dan keuangan syariah serta wakaf.

Hadir sebagai narasumber, Prof. Dr. Muslihun, S.Ag., M.Ag., Guru Besar Bidang Ilmu Agama/Hukum Ekonomi Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram. Dalam pemaparannya, Prof. Muslihun memberikan perspektif akademik mengenai optimalisasi ZISWAF serta potensinya dalam membangun sistem filantropi Islam yang mampu memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Kegiatan juga menghadirkan Muhamad Yusuf Hidayat, S.HI., M.H., selaku Wakil Sekretaris BWI Provinsi Kalimantan Timur. Materi yang disampaikan memberikan pemahaman mengenai pengelolaan wakaf, pentingnya tata kelola wakaf yang profesional, serta pengembangan wakaf produktif agar mampu memberikan dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Selain sesi kuliah umum, kegiatan dirangkaikan dengan sosialisasi Gerakan Wakaf Digital dari Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur. Sosialisasi ini memberikan wawasan kepada mahasiswa mengenai perkembangan digitalisasi dalam ekosistem wakaf serta peluang pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kemudahan, aksesibilitas, dan partisipasi masyarakat dalam berwakaf.

Perbankan Syariah dan Ekosistem Keuangan Sosial Islam

Tema optimalisasi ZISWAF memiliki relevansi yang kuat dengan bidang keilmuan yang dikembangkan di FEBI, khususnya Perbankan Syariah. Perbankan syariah tidak hanya berperan sebagai lembaga intermediasi yang menghimpun dan menyalurkan dana masyarakat, tetapi juga merupakan bagian dari ekosistem ekonomi dan keuangan syariah yang dapat bersinergi dengan sektor keuangan sosial Islam.

Dalam konteks tersebut, pemahaman mahasiswa terhadap ZISWAF menjadi penting. Mahasiswa Perbankan Syariah perlu memahami bahwa perkembangan ekonomi dan keuangan syariah tidak hanya bertumpu pada sektor komersial, tetapi juga membutuhkan penguatan sektor sosial melalui zakat, infak, sedekah, dan wakaf.

Sinergi antara sektor keuangan komersial dan sosial Islam berpotensi memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat. ZISWAF dapat diarahkan untuk mendukung masyarakat yang membutuhkan, sementara instrumen dan layanan keuangan syariah dapat mendukung keberlanjutan aktivitas ekonomi dan usaha masyarakat.

Dengan demikian, integrasi ZISWAF dengan ekosistem perbankan syariah dapat menjadi salah satu pendekatan dalam membangun sistem keuangan yang lebih inklusif, berkeadilan, dan berorientasi pada kemaslahatan.

Hal ini menjadi semakin relevan di tengah perkembangan teknologi digital. Sosialisasi Gerakan Wakaf Digital yang diberikan dalam kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa inovasi teknologi dapat menjadi salah satu sarana untuk memperluas partisipasi masyarakat dalam filantropi Islam, khususnya di kalangan generasi muda.

Perkuat Kompetensi Mahasiswa melalui Kolaborasi

Kuliah umum yang diikuti mahasiswa FEBI UINSI Samarinda ini menjadi ruang pembelajaran yang mempertemukan perspektif akademisi, regulator, dan lembaga pengelola wakaf. Kehadiran Prof. Dr. Muslihun, BWI Provinsi Kaltim, serta Bank Indonesia Kaltim memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai ZISWAF dari perspektif akademik, kelembagaan, kebijakan, hingga digitalisasi.

Bagi mahasiswa FEBI, kegiatan ini tidak hanya memperkaya pengetahuan teoritis, tetapi juga memberikan gambaran mengenai peluang dan tantangan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di masyarakat.

Khusus bagi mahasiswa Perbankan Syariah, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memahami bahwa perbankan syariah merupakan bagian dari ekosistem ekonomi dan keuangan syariah yang lebih luas, yang mencakup sektor keuangan komersial, keuangan sosial Islam, digitalisasi, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Melalui kegiatan ini, FEBI UINSI Samarinda juga terus mendorong mahasiswa agar memiliki perspektif yang lebih luas mengenai peran ekonomi dan keuangan syariah dalam menjawab persoalan sosial-ekonomi. ZISWAF tidak hanya dipandang sebagai instrumen filantropi, tetapi juga memiliki potensi strategis dalam mendukung pemberdayaan dan kemandirian ekonomi masyarakat.

Kerja sama FEBI UINSI Samarinda dengan Bank Indonesia, KDEKS Provinsi Kalimantan Timur, dan BWI Provinsi Kalimantan Timur diharapkan dapat terus diperkuat melalui berbagai kegiatan akademik, edukasi, penelitian, maupun pengembangan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di Kalimantan Timur.

Melalui optimalisasi ZISWAF yang terintegrasi, profesional, produktif, dan didukung transformasi digital, filantropi Islam diharapkan mampu menjadi salah satu kekuatan strategis dalam memperkuat ekonomi umat, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mendukung upaya pengentasan kemiskinan.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
LANGUAGE»