Sukseskan Pemerataan Kuota Sertifikasi Halal Gratis, PUKAHA & Program Studi HES Menyelenggarakan Pelatihan Pendamping PPH

Kegiatan1,102 views
SAMARINDA, UINSI NEWS,- Pusat Kajian Halal bekerjasama dengan Prodi Hukum Ekonomi Syariah melaksanakan Pelatihan Pendamping Prosesnya Produk Halal (PPH) dalam rangka rekrutment pendamping PPH baru di tahun 2023.

Pelatihan tersebut dibuka langsung oleh Dekan Fakultas Syariah UINSI Samarinda, dalam sambutannya Dr. Bambang Iswanto menyampaikan bahwa pendampingan proses produk halal harus semakin disemarakkan untuk menjaga kualitas dan kehalalan produk sebelum disebarluaskan ke masyarakat.

“Penerapan Jaminan Produk Halal semakin masif dilakukan oleh Pemerintah melalui BPJPH Kementerian Agama, maka kita dari Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri sudah pasti mendukung kebijakan tersebut, terlebih adanya program sertifikasi halal gratis melalui skema self declare yang membutuhkan pendamping PPH, sudah tentu perlu SDM yang banyak, kouta sehati sebanyak 1 juta membutuhkan tim yang besar untuk mewujudkannya, oleh karena itu, prodi Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah mengambil peran dalam hal ini dengan melaksanakan pelatihan pendamping pph sehingga membuka peluang untuk para mahasiswa, alumni, dosen bahkan masyarakat umum untuk bergabung bersama UINSI Samarinda membantu pelaku UMK mendapatkan sertifikat halal gratis.” Tutur Dekan FASYA.

“Alhamdulillah pelatihan pendamping PPH batch kedua ini menjaring 105 calon pendamping, namun sudah tentu tidak semua nya bisa lulus jika tidak memenuhi syarat kelulusan, kami berusaha memberikan pelayanan yang terbaik kepada seluruh peserta, besar harapan kami semua yang mendaftar dapat mengikuti pelatihan dengan baik dan memenuhi standar untuk menjadi pendamping pph, yaitu lulus dari pelatihan pendamping.” urai Devi Kasumawati, M.H. selaku Kepala Pusat Kajian Halal.

Pelatihan pendamping PPH ini tidak memungut biaya/gratis, sehingga siapa saja yang memenuhi kualifikasi dapat menjadi pendamping PPH.

“Pelatihan pendamping pph ini gratis, tidak berbayar, namun nanti ketika berhasil mendampingi pelaku usaha akan dibayar insentif nya oleh BPJPH atau lembaga instansi yang memfasilitasi sertifikasi halal self declare, walaupun tidak banyak persertifikat, jika memiliki dampingan yang banyak tentu akan menghasilkan juga, karena profesi ini dapat dikerjakan sambilan, dan tidak ada jam kerja yang mengikat, alias free line.” Jelas Maisyarah Rahmi Hasan selaku ketua panitia.

Pelatihan pendamping PPH ini dilaksanakan secara daring melalui zoom meeting, selama tiga hari dan 26 JPL. Seluruh rangkaian pelatihan telah selesai dilaksanakan pada tanggal 3 Februari 2023.

“Setelah melalui proses tes evaluasi dan post test, sebanyak 68 orang saja yang dinyatakan lulus pada pelatihan pendamping PPH batch kedua ini. Sebab pelatihan pendamping PPH ini sudah memiliki standar minimal lulus, dan kurikulum pedoman pelatihan yang telah ditetapkan oleh BPJPH, sehingga kita sebagai lembaga pendamping PPH hanya mengikuti dan melaksanakan sesuai dengan prosedur.” Tambah Maisyarah.

Sebanyak 105 calon pendamping PPH mengikuti kegiatan tersebut, hingga kini Pusat Kajian Halal telah memiliki pendamping PPH sebanyak 89 pada tahap 1, dan rekrutment kedua ini sebanyak 68 orang. Semoga dapat mensukseskan pemerataan kuota sertifikasi halal gratis untuk Pukaha UINSI Samarinda sebanyak 6.000 kuota. (humas/pukaha).