SAMARINDA, UINSI NEWS – Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda kembali menorehkan langkah akademik penting dengan melepas Mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) untuk melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di Pusat Studi Al-Qur’an (PSQ) Jakarta Kegiatan ini dimulai pada tanggal 1 september – 10 September 2025 dengan mengusung tema “Menelusuri 5 Benua Tafsir” yang merefleksikan semangat intelektual mahasiswa dalam menggali kekayaan tafsir lintas tradisi dan peradaban.(29/8)
Dalam acara pelepasan, Dekan FUAD, Prof. Dr. H. M. Abzar D., M.Ag, menyampaikan bahwa kegiatan PPL ini menjadi momentum strategis bagi mahasiswa IAT untuk memperluas wawasan dan memperdalam pengalaman akademik di pusat kajian Al-Qur’an berskala nasional. “Kami berharap mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk mengasah kompetensi tafsir, memperluas jaringan akademik, serta membawa pulang inspirasi baru yang dapat dikembangkan di UINSI,” ujarnya.
Senada dengan itu, Wakil Dekan FUAD, Dr. Mursalim M.Ag juga memberikan dukungan penuh dengan menekankan pentingnya sinergi antara kampus dan lembaga kajian Al-Qur’an. “PPL di PSQ bukan sekadar praktik, tetapi juga ruang pembelajaran yang mempertemukan tradisi akademik lokal dengan dinamika global tafsir. Tema ‘Menelusuri 5 Benua Tafsir’ ini sangat tepat untuk menyiapkan mahasiswa menghadapi tantangan kajian Al-Qur’an di era modern,” tegasnya.
Sementara itu, Koordinator Prodi IAT, Ibnu Khaldun, M.IRKH, menegaskan bahwa program PPL di PSQ sejalan dengan visi prodi dalam mencetak sarjana tafsir yang unggul dan berdaya saing. “Kami percaya bahwa pengalaman di PSQ akan menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam mengembangkan tradisi tafsir Nusantara sekaligus menghubungkannya dengan wacana tafsir internasional. Inilah bagian dari komitmen Prodi IAT untuk membentuk lulusan yang tidak hanya paham teks, tetapi juga konteks. Lebih jauh, kami ingin memastikan kontribusi yang nyata dari lulusan Ilmu al-Qur’an dan Tafsir bagi Kalimantan Timur, khususnya dalam menghadirkan kajian tafsir yang mampu menjawab tantangan sosial-keagamaan. Dengan demikian, Prodi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir (IAT) tidak hanya berkiprah di tingkat nasional, tetapi juga menjadi lokomotif pengembangan kajian tafsir di daerah,” jelasnya.
Pelepasan mahasiswa ini menjadi langkah nyata FUAD UINSI dalam memperkuat kolaborasi dengan lembaga-lembaga strategis di tingkat nasional, serta memperkokoh posisi Prodi IAT sebagai pionir dalam pengembangan studi tafsir yang berorientasi Lokal di Kalimantan Timur dan juga secara global.
Penulis : Ibnu Khaldun