Webinar Literasi Digital Dorong Mahasiswa UINSI Samarinda Cuan Tanpa Modal Lewat Lynk.id

SAMARINDA, UINSI NEWS,— Pusat Literasi dan Media Digital UINSI Samarinda bekerja sama dengan mahasiswa Program Studi Manajemen menggelar webinar bertajuk “Dari Pengetahuan Jadi Penghasilan: Mahasiswa Cuan Tanpa Modal Lewat Lynk.id”. Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran baru yang menyoroti pentingnya kecakapan digital sebagai modal utama mahasiswa di era ekonomi kreatif.

Acara dibuka oleh Kapus Literasi dan Media Digital UINSI Samarinda, Dr. Badrut Tamam, M.Pd.I, yang menekankan urgensi kemampuan mahasiswa untuk mengubah pengetahuan dan kreativitas menjadi nilai ekonomi. “Hari ini kita dipertemukan dalam ruang belajar yang sangat relevan dengan kebutuhan mahasiswa masa kini: bagaimana mengubah pengetahuan menjadi penghasilan, bagaimana memanfaatkan kreativitas, jejaring, dan teknologi untuk menambah income tanpa modal besar,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa peluang tersebut dapat diwujudkan melalui karya digital, konten edukatif, keahlian pribadi, hingga platform seperti Lynk.id yang memberi kesempatan untuk memonetisasi kemampuan tanpa modal uang.

Menurutnya, mahasiswa kini tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga adaptif, kreatif, dan mampu memanfaatkan peluang digital. Banyak mahasiswa memiliki potensi besar dalam menulis, desain, editing video, public speaking, hingga berbagai hobi produktif, namun belum memahami cara mengubahnya menjadi sumber penghasilan halal dan berkelanjutan. Karena itu, webinar ini dirancang untuk memberi pemahaman teknis sekaligus membuka cakrawala bahwa personal branding, pemasaran layanan, dan pengelolaan audiens dapat dilakukan dengan mudah melalui platform digital. “Semoga forum ini menjadi pintu pembuka bagi mahasiswa agar lebih mandiri, produktif, dan mampu menciptakan peluang di era digital,” tambahnya.

Narasumber utama, Nur Azizah, mahasiswa Manajemen UINSI Samarinda, praktisi sekaligus pengguna Lynk.id, memaparkan materi tentang konsep produk digital dan potensinya dalam menciptakan penghasilan tanpa modal. Ia menjelaskan bahwa produk digital adalah segala bentuk barang, layanan, atau konten yang dibuat dan didistribusikan secara nonfisik melalui perangkat elektronik. Produk ini dapat berupa e-book, aplikasi, video kursus, musik dan podcast, template desain, game digital, stok foto, hingga layanan digital seperti hosting atau sistem SaaS.

“Produk digital menjadi pilihan banyak orang karena risikonya rendah. Modal yang dibutuhkan hampir nol, cukup ponsel dan internet. Produk ini tidak rusak, tidak kedaluwarsa, dan bisa dijual berkali-kali tanpa biaya tambahan,” terang Azizah. Produk digital juga memungkinkan sistem penjualan yang berjalan otomatis selama 24 jam, sehingga transaksi tetap berlangsung bahkan ketika penjual tidak sedang aktif. Hal tersebut membuat bisnis digital menjadi salah satu peluang paling menjanjikan di tengah perkembangan ekonomi kreatif.

Azizah juga menyoroti perbedaan mendasar antara produk fisik dan produk digital. Produk fisik membutuhkan gudang, pengemasan, hingga biaya pengiriman yang sering menjadi hambatan logistik, sedangkan produk digital cukup dikirim dengan satu klik tanpa ongkos kirim. Selain itu, pasar untuk produk digital bersifat lintas wilayah sehingga memungkinkan pembeli dari berbagai daerah tanpa batasan jarak. “Inilah mengapa banyak pelaku usaha berpindah ke produk digital. Prosesnya mudah, skalanya luas, dan potensi keuntungannya jauh lebih besar,” tambahnya.

Pada sesi praktik, Azizah memperkenalkan Lynk.id, sebuah platform link-in-bio yang memungkinkan pengguna menggabungkan berbagai tautan penting dalam satu halaman profil. Platform ini banyak digunakan kreator konten, UMKM, bahkan mahasiswa, karena tampilannya sederhana dan praktis untuk membagikan portofolio, dokumen, karya digital, hingga penawaran jasa. Melalui Lynk.id, mahasiswa dapat membuat halaman profil yang berisi link tugas, CV, katalog digital, akun media sosial, hingga formulir kegiatan secara lebih rapi dan profesional.

Cara membuat akun Lynk.id pun cukup mudah. Mahasiswa hanya perlu membuka situs Lynk.id, mendaftar menggunakan email atau akun Google, kemudian memilih template tampilan yang diinginkan. Setelah itu, pengguna dapat menambahkan foto profil dan memasukkan berbagai tautan seperti Google Drive tugas, Instagram, YouTube, portofolio digital, atau formulir pendaftaran kegiatan. Setiap tautan dapat diatur judul dan urutannya dengan fitur drag-and-drop, menjadikannya sangat ramah bagi pemula.

Melalui webinar ini, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual tentang ekonomi digital, tetapi juga keterampilan praktis untuk memaksimalkan platform digital sebagai sumber penghasilan. Kolaborasi antara pusat literasi dan mahasiswa Manajemen ini diharapkan mampu melahirkan generasi mahasiswa UINSI Samarinda yang lebih melek digital, kreatif, dan berdaya saing tinggi dalam menghadapi tantangan era teknologi.

Banyak peserta mengaku lebih percaya diri untuk menjajaki pembuatan produk digital dan mulai membangun identitas profesional melalui Lynk.id. Dengan bekal ini, mahasiswa didorong menjadi pribadi yang mandiri, inovatif, dan siap bersaing di dunia kerja maupun dunia usaha berbasis digital.#

 

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
LANGUAGE»