Sosialisasikan Pentingnya Halal di IKN, 2 Dosen UINSI Samarinda Jadi Narasumber Talkshow Semesta Ramadan Asri di Masjid Negara

IKN, UINSI NEWS,- Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan melalui kegiatan Talkshow Semesta Ramadan Asri bertema “Sinergi Kampus & IKN: Perkuat Iman, Bumikan Halal, Lestarikan Alam”. Kegiatan ini digelar menjelang waktu iftar di Masjid Negara IKN Nusantara sebagai bagian dari rangkaian program Ramadhan 1447 Hijriah.

Talkshow tersebut merupakan kolaborasi antara Otorita Ibu Kota Nusantara, Kementerian Agama Republik Indonesia, dan UINSI Samarinda. Mengusung tema besar “Ramadan Menyatukan, IKN Menguatkan”, kegiatan ini menghadirkan ruang dialog konstruktif mengenai peran strategis kampus dalam mendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara yang berlandaskan nilai iman, halal, dan keberlanjutan lingkungan.

Dua narasumber dari dosen UINSI Samarinda hadir sebagai pembicara utama, yakni Prof. Dr. Bambang Iswanto, M.H., Kepala LP2M UINSI Samarinda, serta Hj. Maisyarah Rahmi Hs., Lc., M.A., Ph.D., Ketua Pusat Kajian Halal (PUKAHA) UINSI Samarinda.

Dalam sesi pertama bertajuk Perkuat Iman, Prof. Dr. Bambang Iswanto menegaskan bahwa pembangunan peradaban, termasuk pembangunan IKN, memerlukan fondasi spiritual yang kokoh. Menurutnya, Ramadhan adalah momentum strategis untuk membentuk karakter insan yang berintegritas, disiplin, dan berorientasi pada kemaslahatan.

“Iman bukan hanya dimensi teologis, tetapi juga etis dan sosial. Pembangunan yang berkelanjutan harus ditopang oleh nilai kejujuran, tanggung jawab, dan komitmen terhadap kemaslahatan publik,” ujarnya. Beliau menambahkan bahwa prinsip maqashid syariah dapat menjadi kerangka normatif dalam merancang kebijakan publik yang adil dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, pada sesi Bumikan Halal Lestarikan Alam, Hj. Maisyarah Rahmi Hs. memaparkan bahwa konsep halal di era modern memiliki cakupan yang luas, tidak hanya terbatas pada produk konsumsi, tetapi juga mencakup proses produksi, tata kelola usaha, hingga aspek keberlanjutan lingkungan.

“Halal harus dipahami secara komprehensif, termasuk prinsip thayyib—baik, sehat, dan ramah lingkungan. Dalam konteks IKN sebagai kota masa depan, integrasi antara industri halal dan komitmen pelestarian alam menjadi keniscayaan,” jelasnya.

Beliau juga menekankan pentingnya literasi dan sertifikasi halal sebagai bagian dari penguatan ekosistem ekonomi syariah di kawasan IKN.

Diskusi berlangsung dinamis dengan partisipasi aktif jamaah dan peserta yang hadir. Sejumlah pertanyaan dan pandangan disampaikan terkait peluang pengembangan industri halal, peran perguruan tinggi dalam edukasi masyarakat, serta strategi membangun kesadaran ekologis berbasis nilai keislaman.

Kegiatan ini ditutup menjelang azan magrib dengan suasana penuh refleksi dan kebersamaan. Melalui Talkshow Semesta Ramadan Asri, UINSI Samarinda menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi keagamaan Islam yang adaptif dan responsif terhadap dinamika pembangunan nasional, termasuk di Ibu Kota Nusantara.

Ramadhan tidak hanya menjadi momentum peningkatan spiritualitas individu, tetapi juga penguatan sinergi kolektif dalam membangun peradaban yang religius, inklusif, dan berkelanjutan.

Penulis : Lutfi Irawan

Editor : Nisa Rahmawati

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
LANGUAGE»