MALAYSIA, UINSI NEWS – Komitmen Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda dalam mendorong internasionalisasi pendidikan kembali diwujudkan melalui keikutsertaan mahasiswa dalam program International Student Mobility 2026 di Malaysia.
Dalam kegiatan ini, Hasti Kusuma Pratama Sari, mahasiswi Semester 4 Program Studi (Prodi) Bimbingan dan Konseling Islam (BKI), Jurusan Pemberdayaan Masyarakat (PM), Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD), mengikuti rangkaian agenda akademik, kolaborasi internasional, hingga pengabdian masyarakat yang berlangsung pada 19–26 April 2026.
Rangkaian kegiatan diawali pada Minggu (19/04/2026) dengan keberangkatan dari Kota Samarinda. Titik kumpul dilaksanakan di depan gedung fakultas sebelum menuju Malaysia. Momen ini menjadi pengalaman istimewa bagi Hasti karena untuk pertama kalinya mengikuti perjalanan ke luar negeri. Semangat dan antusiasme mewarnai awal perjalanan sebagai langkah membuka wawasan global di bidang bimbingan dan konseling.
Memasuki hari kedua, Senin (20/04/2026), agenda dilanjutkan dengan kegiatan ramah tamah dan penerimaan di Persatuan Kaunselor Pendidikan Malaysia (PEKA), Sepang. Hasti hadir didampingi oleh Dr. Sai Handari, S.Pd., M.Pd selaku dosen pembimbing. Kehadiran keduanya disambut langsung oleh Datin Dr. Siti Taniza Binti Toha selaku Presiden PEKA, serta Tuan Muhammad Saffuan Abdullah selaku Manager EO (PEKA) yang juga berprofesi sebagai kaunselor di Malaysia.
Pertemuan berlangsung hangat dan produktif melalui sesi diskusi mengenai profesi konselor, perkembangan layanan konseling, serta perbedaan praktik konseling di Indonesia dan Malaysia. Selain itu, dilaksanakan pula penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) sebagai bentuk penguatan kerja sama dan komitmen kolaborasi di bidang pendidikan serta pengembangan keilmuan. Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol terjalinnya hubungan baik antar lembaga.
Dalam forum tersebut, Hasti juga memperoleh wawasan mengenai karakteristik kaunselor profesional di Malaysia, seperti kemampuan komunikasi yang baik, menjunjung tinggi etika profesi, memiliki empati, terampil mendengar aktif, serta mampu memberikan intervensi yang tepat sesuai kebutuhan klien. Pesan ini menjadi bekal penting bagi mahasiswa sebagai calon konselor yang adaptif dan profesional.
Pada hari ketiga, kegiatan diawali pada pagi hari melalui observasi daring menggunakan Google Meet. Sesi ini difokuskan pada pengarahan awal, penjelasan teknis kegiatan, serta penguatan refleksi akademik selama mengikuti program di Malaysia. Diskusi berlangsung interaktif dan menjadi ruang pembelajaran untuk mempersiapkan agenda selanjutnya.
Masih di hari yang sama, pada siang hari, Hasti bersama dosen pembimbing melanjutkan agenda kunjungan akademik ke Universiti Sains Islam Malaysia (USIM). Kedatangan keduanya disambut hangat oleh dosen-dosen Jurusan Bimbingan dan Konseling USIM. Dalam suasana penuh keakraban, dilakukan sesi perkenalan, ramah tamah, serta diskusi mengenai pengembangan keilmuan konseling di lingkungan perguruan tinggi.
Salah satu agenda menarik dalam kunjungan tersebut adalah pengenalan berbagai laboratorium konseling yang dimiliki USIM. Laboratorium tersebut dirancang berdasarkan kategori usia dan jenis permasalahan yang dihadapi klien, sehingga layanan konseling dapat diberikan secara lebih spesifik dan efektif. Fasilitas ini memberikan gambaran nyata mengenai pentingnya inovasi sarana pembelajaran dalam mendukung kualitas calon konselor profesional.
Rangkaian kegiatan berlanjut pada hari berikutnya melalui program pengabdian masyarakat bersama Sanggar Bimbingan di Kampung Baru, Malaysia. Dalam kegiatan ini, Hasti berperan sebagai pemateri utama dengan membawakan tema “Hati Senang, Belajar Tenang: Kelola Emosi, Raih Prestasi, Jaga Kesehatan Mental.” Materi tersebut disampaikan kepada anak-anak mulai dari kelas 1 hingga kelas 4 sekolah dasar.
Suasana kegiatan berlangsung meriah, interaktif, dan penuh antusiasme. Anak-anak tampak aktif mengikuti setiap sesi, mulai dari penyampaian materi, permainan edukatif, hingga diskusi ringan tentang emosi dan semangat belajar. Melalui pendekatan yang menyenangkan, kegiatan ini diharapkan mampu menanamkan pemahaman sejak dini tentang pentingnya kesehatan mental, pengelolaan emosi, dan motivasi meraih prestasi.
Selain agenda edukasi, kegiatan juga diisi dengan observasi terhadap kondisi psikologis masyarakat imigran Indonesia yang menetap di Malaysia karena berbagai alasan, seperti pekerjaan maupun pernikahan. Observasi ini menyoroti dinamika psikologis yang mereka hadapi, antara lain adaptasi budaya, tekanan ekonomi, kecemasan, serta kerinduan terhadap keluarga di tanah air. Temuan tersebut menjadi pengalaman lapangan yang berharga dalam memahami isu konseling pada komunitas migran.
Kegiatan pengabdian kemudian diakhiri dengan sesi penyerahan kenang-kenangan, foto bersama, serta pamitan dengan pihak terkait. Momentum ini menjadi penanda berakhirnya rangkaian agenda pengabdian yang sarat pengalaman akademik, sosial, dan internasional bagi mahasiswa.
Pada hari terakhir, peserta melanjutkan kegiatan dengan agenda rihlah ke sejumlah masjid bersejarah di Malaysia sebagai penutup seluruh rangkaian kegiatan. Agenda ini menjadi sarana refleksi spiritual sekaligus mengenal warisan peradaban Islam di negeri jiran. Melalui kunjungan tersebut, peserta memperoleh pengalaman berharga mengenai nilai sejarah, arsitektur, serta peran masjid sebagai pusat pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan umat sejak masa lalu hingga kini.
Bagi Hasti Kusuma Pratama Sari, keikutsertaan dalam International Student Mobility 2026 di Malaysia menjadi pengalaman berharga untuk memperluas wawasan, meningkatkan kesiapan diri, serta membangun perspektif global sebagai calon konselor. Pengalaman ini juga diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa lain untuk berani mengambil peluang pengembangan diri di tingkat internasional.
Melalui program ini, UINSI Samarinda kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi unggul yang adaptif, kompeten, peduli terhadap masyarakat, dan siap bersaing di kancah global.
Penulis: Hasti Kusuma Pratama Sari
Editor: Selvi Ramadhani (HUMAS)












