Dosen FTIK UINSI Samarinda Laksanakan Praktik Pembelajaran Langsung di Samakisast Wittaya School Thailand

THAILAND, UINSI NEWS,- Suasana kelas di Samakisast Wittaya School tampak berbeda pada Senin (4/5/2026). Anak-anak Raudhah dan siswa Ibtidaiyah terlihat antusias mengikuti berbagai aktivitas pembelajaran yang berlangsung hangat, komunikatif, dan penuh keceriaan.

Hari itu, dosen Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UINSI Samarinda hadir langsung melaksanakan praktik pembelajaran berbasis literasi, penguatan karakter, dan pendidikan agama Islam yang menyenangkan di sekolah tersebut.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari implementasi kerja sama internasional antara UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda dan Samakisast Wittaya School Thailand dalam pengembangan pendidikan Islam di kawasan Asia Tenggara.

Tiga dosen FTIK UINSI Samarinda terlibat langsung dalam kegiatan itu, yakni Dr. Hj. Titi Kadi, M.Pd.I., Dosen Pendidikan Agama Islam; Marniati Kadir, M.Pd., Dosen Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah; serta Wildan Saugi, M.Pd., Dosen Pendidikan Islam Anak Usia Dini.

Dalam sesi pembelajaran, Titi Kadi menghadirkan pendekatan pendidikan agama Islam yang ramah anak dan menyenangkan. Anak-anak diajak mengenal nilai-nilai keislaman melalui aktivitas sederhana yang dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari.

Pembelajaran dikemas secara interaktif agar siswa tidak hanya memahami agama sebagai materi pelajaran, tetapi juga sebagai pembiasaan sikap baik dalam kehidupan sehari-hari.

Pendekatan tersebut membuat suasana kelas terasa hidup. Anak-anak tampak aktif menjawab pertanyaan, mengikuti arahan, dan berinteraksi selama proses pembelajaran berlangsung.

Sementara itu, Marniati Kadir menekankan penguatan literasi bagi siswa pendidikan dasar. Dalam praktik pembelajarannya, siswa didorong lebih aktif membaca, memahami informasi, bertanya, dan berani menyampaikan pendapat.

Baginya, penguatan literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga upaya membangun keberanian berpikir dan berkomunikasi pada peserta didik sejak dini.

Melalui metode pembelajaran yang komunikatif dan partisipatif, suasana belajar berlangsung lebih terbuka dan menyenangkan bagi siswa.

Di sisi lain, Wildan Saugi menghadirkan pembelajaran tentang penguatan nilai moderasi beragama bagi anak usia dini. Melalui permainan dan aktivitas sederhana, anak-anak dikenalkan pada pentingnya hidup rukun, berbagi, menghargai teman, dan menyayangi sesama.

Menurut Wildan, pendidikan karakter dan moderasi beragama perlu ditanamkan sejak usia dini melalui pendekatan yang lembut dan sesuai dengan dunia anak.

“Anak-anak belajar bukan hanya dari materi, tetapi juga dari pengalaman dan pembiasaan yang mereka rasakan di kelas,” ujarnya.

Kegiatan tersebut disambut antusias oleh siswa maupun guru di Samakisast Wittaya School Thailand. Selain menjadi ruang praktik pembelajaran, kegiatan itu juga membuka ruang pertukaran pengalaman pendidikan antara dosen FTIK UINSI Samarinda dan lingkungan pendidikan Islam di Thailand.

Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa pendidikan Islam di kawasan Asia Tenggara memiliki perhatian yang sama terhadap penguatan karakter, literasi, dan pembelajaran yang humanis.

Melalui kegiatan ini, FTIK UINSI Samarinda berharap kerja sama dengan Samakisast Wittaya School Thailand dapat terus berkembang melalui berbagai program akademik, pengabdian internasional, penguatan kapasitas guru, serta pengembangan pembelajaran Islam yang adaptif dan kontekstual.

Kehadiran dosen di ruang-ruang pembelajaran internasional bukan hanya tentang memperluas jejaring akademik, tetapi juga menghadirkan wajah pendidikan Islam yang ramah, moderat, dan dekat dengan dunia anak.#

 

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
LANGUAGE»