BANGI, SELANGOR – Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) melalui Fakulti Pengajian Islam (FPI) menggelar perhelatan akbar Karnival Penyelidikan 360 pada 11-12 Mei 2026. Salah satu agenda utama yang menjadi sorotan adalah Seminar Antarabangsa Ilmu Wahyu dan Turath ke-6 (SIWAT-6), yang menghadirkan pakar dan akademisi lintas negara untuk mendiskusikan inovasi berbasis wahyu demi kelestarian peradaban.
Dalam forum internasional tersebut, dosen Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda, Muhammad Hasan, mempresentasikan hasil riset kolaboratifnya yang berjudul:
“Hadis Riḍa Allāh fī Riḍa al-Walidain: Studi Pengasuhan Anak Ulama Banjar Dalam Perspektif Living Hadis”
Penelitian ini disusun bersama Akhmad Sagir dari UIN Antasari Banjarmasin, sebagai bentuk kerja sama nyata antar-perguruan tinggi keagamaan Islam di Kalimantan dengan institusi global.
Living Hadis: Kearifan Lokal untuk Dunia
Riset yang dipaparkan membedah bagaimana hadis tentang keridaan orang tua diimplementasikan secara praktis (living) dalam pola asuh keluarga ulama di tanah Banjar. Kajian ini dinilai relevan dengan tema SIWAT-6, yaitu “Wahyu Sebagai Inspirasi Inovasi: Menjana Kelestarian Insan dan Tamadun”, karena menunjukkan peran nilai-nilai spiritual dalam membangun ketahanan keluarga dan generasi masa depan.
Dukungan Jurnal Internasional Berputasi
Kualitas riset yang dipresentasikan dalam SIWAT-6 ini juga didukung oleh jejaring mitra jurnal ilmiah bereputasi. Beberapa jurnal yang menjadi mitra dalam kegiatan ini antara lain:
Al-Turath: Journal of Al-Quran and Al-Sunnah
Islāmiyyāt: International Journal of Islamic Studies
Jurnal Studi Ilmu-ilmu Al-Qur’an dan Hadis
Serta berbagai jurnal internasional lainnya dari lingkungan UKM dan mitra global.
Kemitraan Global dan Strategis
Acara ini tidak hanya menjadi ajang akademik, tetapi juga memperlihatkan kuatnya jaringan kemitraan internasional FPI UKM dengan organisasi dunia seperti Muslim World League (Rabithah Al-Alam Al-Islami) dan institusi media seperti IKIMfm.
Keikutsertaan Muhammad Hasan dalam ajang ini mempertegas komitmen UINSI Samarinda untuk terus berkontribusi dalam diskursus keilmuan Islam tingkat dunia, sekaligus mempererat hubungan kerja sama akademik antara Indonesia dan Malaysia dalam mewujudkan peradaban yang lestari dan berdampak nyata bagi masyarakat.





