Kemenag Lantik 16.138 PNS Formasi 2024, Termasuk Dosen dan Tendik UINSI Samarinda

SAMARINDA, UINSI NEWS — Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) resmi melantik puluhan ribu Pegawai Negeri Sipil (PNS) formasi tahun 2024 secara serentak, baik melalui ruang luring maupun virtual, termasuk 24 CPNS UIN Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda dan 19 CPNS Inspektorat Jenderal (ITJEN) Kemenag Kalimantan Tahun 2024 Formasi Auditor yang diperbantukan pada UINSI Samarinda.

Prosesi peralihan status korps pegawai ini berlangsung khidmat di Lantai 3 Gedung Rektorat UINSI Samarinda, Kamis (21/5).

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Prof. Dr. Zamroni, M.Pd., Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK) bersama para Dekan, Pejabat Struktural dan Fungsional serta Kepala Bagian (Kabag) Tata Usaha dari masing-masing fakultas di lingkungan UINSI Samarinda.

Dalam laporan resminya, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, M.A., menegaskan bahwa seleksi CASN formasi 2024 dirancang ketat demi melahirkan aparatur yang profesional, berintegritas, dan selaras dengan nilai dasar BerAKHLAK. Dari total 110.553 formasi yang disetujui, sebanyak 16.138 PNS resmi diambil sumpah janjinya pada hari ini, terdiri atas 8.025 pegawai laki-laki dan 8.113 pegawai perempuan. Diantara jumlah tersebut terdapat 13 dosen dan 11 tenaga kependidikan (tendik) UINSI.

“Seleksi CPNS bukan sekadar sarana menyediakan lapangan pekerjaan, melainkan gerbang awal menyaring agen program prioritas serta duta Asta Protas dan Asta Cita Presiden RI. Kami berharap investasi besar pada seleksi yang akuntabel ini menghasilkan outcome pelayanan publik yang prima,” ujar Kamaruddin.

Secara nasional, formasi yang dilantik didominasi oleh jabatan fungsional strategis, meliputi 6.152 calon guru, 1.130 calon dosen, 3.048 calon penghulu, 1.705 calon penyuluh, serta 3.863 jabatan fungsional lainnya.

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, S.H., M.H., turut menyampaikan ucapan selamat kepada para PNS muda yang kini menggenapkan jumlah ASN nasional menjadi 6,7 juta pegawai. Zudan mengingatkan bahwa Kemenag merupakan instansi dengan jumlah pemangku ASN terbesar di Indonesia, mengalahkan kementerian lainnya.

“Jaga nama baik ASN dan Kementerian Agama. Tugas rekan-rekan di Kemenag itu berbeda di mata masyarakat; ada nilai plusnya. Jarang ada yang meminta pegawai BKN memimpin doa atau khutbah, tapi pegawai Kemenag dituntut mampu memimpin doa, mengaji, hingga tausiah,” tutur Zudan.

Ia juga menitipkan formula 4K dalam bertindak sebagai pelayan publik: Kecepatan dalam bekerja, Kemudahan dalam memberikan pelayanan, Kemanfaatan kebijakan bagi umat, yang seluruhnya berujung pada Kebahagiaan masyarakat serta sesama ASN.

Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., dalam amanat dan nasihatnya memberikan penekanan mendalam mengenai spiritualitas kerja di Kementerian Agama. Menag meminta jajarannya memiliki standar moral yang berada di atas rata-rata instansi lain, mengumpamakan Kemenag sebagai kain putih bersih yang akan sangat kentara jika terkena setitik noda hitam.

Secara khusus, Menag menjabarkan transformasi karakter yang harus dimiliki setiap pegawai Kemenag, di antaranya:

Dari Mukhlis ke Mukhlas: Tidak sekadar ikhlas berbuat baik (mukhlis), tetapi mencapai tingkat mukhlas, yakni merasa sedih atau malu jika kebaikannya dipuji orang lain karena menyadari segala prestasi hanyalah milik Tuhan.

Dari Sabir ke Al-Masabir dan As-Sabur: Memiliki kelapangan hati yang tidak hanya memaafkan, tetapi juga melupakan kesalahan orang lain tanpa menyisakan rasa kecewa.

Tawadhu & Qana’ah: Menempatkan diri di posisi paling dasar agar tidak pernah jatuh, serta senantiasa merasa cukup demi membentengi diri dari perilaku koruptif.

Amanah & Akhlak: Membuktikan keimanan melalui integritas dan tanggung jawab penuh pada tugas negara.

“Insyaallah, kalau saudara-saudara sekalian menjaga qana’ah dan tawadhu, itu adalah benteng yang tidak akan pernah roboh. Kementerian Agama tanpa menjunjung tinggi akhlak karimah akan sangat mudah dinilai buruk oleh masyarakat,” tegas Prof. Nasaruddin Umar.

Dengan pelantikan ini, para PNS baru di lingkungan UINSI Samarinda resmi memulai kiprahnya. Mereka diharapkan mampu menjadi motor penggerak akademik dan birokrasi kampus yang berkelas dunia, sekaligus menjaga marwah nilai-nilai keagamaan di Kalimantan Timur.

Penulis : Novan Halim | Editor : Nisa Rahmawati

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
LANGUAGE»