Kuliah umum tersebut menjadi ruang akademik bagi mahasiswa Pendidikan Biologi untuk memperkuat wawasan mengenai pentingnya merancang strategi pembelajaran yang efektif, inovatif, bermakna, serta memiliki tindak lanjut yang berkelanjutan dalam menghadapi era transformasi pendidikan. Selain itu, kuliah umum ini juga menjadi salah satu tindaklanjut kerja sama antara UNMUL dengan UINSI yang sebelumnya telah terjalin.
Dalam kegiatan ini, Maulida Ulfa Hidayah, M.Pd. hadir sebagai narasumber dan menyampaikan materi mengenai merancang strategi pembelajaran yang efektif dan tindak lanjut yang berkelanjutan. Materi yang disampaikan mencakup strategi pembelajaran inovatif, cara menciptakan kelas yang aktif dan menyenangkan, tips menjadi pendidik kreatif di era modern, serta pembelajaran bermakna untuk generasi masa kini.
Dalam pemaparannya, Maulida menekankan bahwa pembelajaran masa kini tidak cukup hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi harus mampu menghadirkan pengalaman belajar yang aktif, reflektif, kontekstual, dan relevan dengan kehidupan peserta didik.
“Guru masa kini bukan hanya penyampai materi, tetapi perancang pengalaman belajar. Pembelajaran yang efektif bukan diukur dari banyaknya materi yang disampaikan, tetapi dari sejauh mana peserta didik memahami, mengalami, merefleksi, dan mampu menggunakan pengetahuannya dalam kehidupan nyata,” jelasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa pembelajaran Biologi memiliki karakteristik yang sangat dekat dengan fenomena kehidupan. Oleh karena itu, calon guru Biologi perlu mampu menghubungkan konsep-konsep ilmiah dengan konteks nyata, seperti keanekaragaman hayati, lingkungan lokal, kesehatan, ekosistem, perubahan iklim, serta isu-isu kehidupan yang dekat dengan peserta didik.
Lebih lanjut, materi kuliah umum juga menyoroti pentingnya penggunaan strategi pembelajaran inovatif seperti Problem-Based Learning, Project-Based Learning, Inquiry Learning, Cooperative Learning, STEAM, Flipped Classroom, dan pembelajaran berdiferensiasi. Strategi-strategi tersebut dinilai mampu mendorong peserta didik untuk lebih aktif, kritis, kolaboratif, kreatif, dan reflektif dalam proses pembelajaran.
Selain membahas strategi pembelajaran, Maulida juga menekankan pentingnya evaluasi dan refleksi pembelajaran. Menurutnya, guru yang profesional perlu mampu mengevaluasi pelaksanaan pembelajaran, mengidentifikasi kekurangan diri, serta menyusun rencana tindak lanjut berdasarkan hasil evaluasi.
“Evaluasi pembelajaran bukan hanya tentang memberi nilai, tetapi tentang membaca bukti belajar peserta didik. Dari hasil evaluasi itulah guru dapat menentukan apakah peserta didik membutuhkan pengayaan, pendampingan, atau remedial teaching,” tambahnya.
Pada bagian tindak lanjut pembelajaran, ia menjelaskan bahwa remedial teaching bukan sekadar mengulang materi dengan cara yang sama, tetapi merupakan proses pembelajaran ulang dengan strategi yang lebih tepat berdasarkan diagnosis kesulitan belajar peserta didik. Guru perlu memilih pendekatan yang berbeda, menggunakan media yang lebih sesuai, serta memberikan asesmen ulang untuk memastikan adanya perbaikan pemahaman.
Kegiatan kuliah umum ini juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa Pendidikan Biologi FKIP Universitas Mulawarman untuk memahami bahwa menjadi pendidik kreatif di era modern tidak hanya berarti mampu menggunakan teknologi, tetapi juga mampu merancang pembelajaran yang manusiawi, kontekstual, dan bermakna.
Dalam konteks transformasi pendidikan, penggunaan teknologi dan kecerdasan artifisial juga dibahas sebagai salah satu peluang bagi pendidik. Namun, Maulida menegaskan bahwa teknologi harus digunakan secara bijak untuk mendukung kreativitas guru, bukan menggantikan peran guru sebagai pembimbing, fasilitator, dan pengambil keputusan pedagogis.
Kegiatan ini mendapat perhatian positif dari peserta karena materi yang disampaikan tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga aplikatif dan relevan dengan kebutuhan calon guru Biologi. Peserta diajak memahami bahwa pembelajaran yang baik harus dimulai dari perencanaan yang matang, dilaksanakan dengan strategi yang tepat, dievaluasi secara objektif, dan ditindaklanjuti secara berkelanjutan.
Ketua Jurusan Pendidikan MIPA FKIP Universitas Mulawarman, Dr. Abdul Hakim, M.Si dan Koordinator Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Mulawarman, Dr. Masitah, S.Pd., M.Pd., turut hadir dalam kegiatan tersebut. Melalui kegiatan kuliah umum ini, diharapkan mahasiswa Pendidikan Biologi semakin siap menjadi calon pendidik yang adaptif, inovatif, reflektif, dan mampu menjawab tantangan pendidikan masa kini.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi, tanya jawab, dan refleksi bersama. Melalui kuliah umum ini, kolaborasi akademik antara UINSI Samarinda dan Universitas Mulawarman diharapkan dapat terus terjalin dalam rangka memperkuat kompetensi calon pendidik, khususnya dalam bidang strategi pembelajaran Biologi yang efektif, kreatif, dan berkelanjutan.







