LPM UINSI Perkuat Budaya Mutu melalui Sosialisasi AMI dan Surveillance ISO

SAMARINDA, UINSI NEWS — Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda melalui Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) menggelar Sosialisasi Audit Mutu Internal (AMI) dan Surveillance ISO secara daring melalui zoom meeting sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya mutu serta mempersiapkan akreditasi institusi. Selasa (14/7).

Kegiatan ini menjadi wadah penyamaan persepsi bagi seluruh unit kerja terkait pelaksanaan Audit Mutu Internal yang akan menjadi salah satu instrumen penting dalam peningkatan mutu berkelanjutan di lingkungan UINSI Samarinda.

Dalam sambutannya, Dr. Nur Kholik Afandi, M.Pd., Ketua LPM UINSI Samarinda menyampaikan bahwa AMI memiliki peran strategis dalam mendukung pencapaian akreditasi institusi.

“AMI diharapkan menjadi penopang utama dalam rangka memajukan mutu kelembagaan, khususnya dalam rangka mempersiapkan akreditasi institusi,” ucapnya.

Selain sebagai instrumen evaluasi, AMI juga diharapkan mampu membangun budaya mutu di seluruh unit kerja. Relevansi penyelenggaraan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta akuntabilitas kelembagaan akan menjadi faktor penentu dalam mempertahankan maupun meningkatkan status akreditasi institusi.

Dalam kesempatan tersebut juga dijelaskan bahwa terdapat 39 indikator dan 65 subindikator yang akan menjadi acuan dalam proses penilaian. Oleh karena itu, pelaksanaan AMI menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi seluruh sivitas akademika terhadap standar mutu yang harus dipenuhi.

Selain itu, pengelolaan dokumen juga menjadi perhatian penting dalam mendukung implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal. Seluruh dokumen diharapkan terdokumentasi secara terbuka dan terintegrasi sehingga mudah diakses sesuai kebutuhan.

“Dokumen harus serba terbuka, tidak hanya tersimpan di Google Drive unit masing-masing,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Sekretaris LPM UINSI Samarinda, Dr. Iswadi, M.Si., menyampaikan hasil temuan Surveillance ISO tahun sebelumnya. Ia menegaskan bahwa seluruh temuan harus menjadi bahan evaluasi bersama agar tidak kembali muncul pada audit berikutnya.

“Temuan ini menjadi pengingat bagi kita supaya tidak ada temuan berulang dan setiap temuan memiliki tindak lanjut serta perbaikan. Terutama pada audit eksternal ISO agar tidak terjadi lagi temuan yang sama,” ujar Iswadi.

Sementara itu, Rabiyatul Adawiyah memaparkan kebijakan terbaru mengenai akreditasi yang perlu menjadi perhatian seluruh unit dalam mempersiapkan berbagai dokumen pendukung. Selanjutnya, Firnanda Pradana Putra menjelaskan instrumen Audit Mutu Internal (AMI) yang akan digunakan sebagai pedoman dalam pelaksanaan audit di lingkungan UINSI Samarinda.

Melalui sosialisasi ini, UINSI Samarinda menegaskan komitmennya untuk terus membangun budaya mutu yang berkelanjutan. Sinergi seluruh unit diharapkan mampu mendukung pelaksanaan AMI secara optimal sekaligus memperkuat kesiapan institusi dalam mempertahankan dan meningkatkan capaian akreditasi.

Penulis: Nisa Rahmawati

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
LANGUAGE»