SAMARINDA, UINSI NEWS,-Jurusan Pendidikan Madrasah Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UINSI Samarinda melaksanakan kegiatan penyamaan persepsi bersama dosen pembimbing dan mahasiswa Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang akan menempuh penyusunan skripsi bersamaan dengan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun 2026. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting sebagai langkah untuk menyamakan pemahaman mengenai mekanisme, target, dan strategi bimbingan skripsi selama mahasiswa menjalankan program KKN.
Kegiatan ini dibuka oleh Ketua Jurusan Pendidikan Madrasah, Dr. Hj. Titi Kadi, M.Pd.I. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya komitmen bersama antara jurusan, dosen pembimbing, dan mahasiswa agar proses penyusunan skripsi dapat berjalan secara terarah, disiplin, dan sesuai dengan target akademik yang telah ditetapkan. Pembukaan ini sekaligus menjadi penguatan bahwa pelaksanaan KKN tidak boleh menghambat penyelesaian tugas akhir mahasiswa.
Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penyamaan persepsi yang disampaikan oleh Sekretaris Jurusan Pendidikan Madrasah, Wildan Saugi, M.Pd., Koordinator Program Studi PGMI, Marniati Kadir, M.Pd., dan Koordinator Program Studi PIAUD, Sunanik, M.Pd.I. Materi yang disampaikan berfokus pada mekanisme pembimbingan skripsi, strategi pendampingan selama KKN, target capaian mahasiswa, serta pentingnya dokumentasi proses bimbingan secara tertib dan berkelanjutan.
Kegiatan ini diikuti oleh unsur jurusan, dosen pembimbing, serta mahasiswa MBKM-KKN. Penyamaan persepsi tersebut menjadi penting karena mahasiswa harus menjalani dua agenda akademik secara bersamaan, yaitu penyelesaian tugas akhir dan pelaksanaan KKN. Oleh karena itu, diperlukan koordinasi yang baik antara mahasiswa, dosen pembimbing, dan jurusan agar proses penyusunan skripsi tetap berjalan terarah, terukur, dan sesuai dengan target akademik yang telah ditetapkan.
Dalam kegiatan tersebut, jurusan menargetkan mahasiswa MBKM-KKN siap mengikuti seminar hasil pada November 2026. Target ini disampaikan agar mahasiswa memiliki arah penyelesaian yang jelas sejak awal, sekaligus menjadi acuan bagi dosen pembimbing dalam memberikan pendampingan secara terencana dan berkelanjutan.
Melalui forum ini, jurusan menegaskan bahwa pelaksanaan KKN tidak menjadi alasan tertundanya proses penyusunan skripsi. Mahasiswa tetap diharapkan melakukan bimbingan secara rutin, baik secara luring maupun daring, serta menunjukkan perkembangan skripsi secara bertahap. Bimbingan dapat dilakukan melalui pertemuan tatap muka, Zoom Meeting, Google Meet, WhatsApp, email, maupun dokumen digital seperti Google Docs, sepanjang proses tersebut terdokumentasi dengan baik.
Salah satu poin penting yang ditekankan dalam kegiatan ini adalah kewajiban mahasiswa untuk memenuhi minimal 16 kali pertemuan bimbingan skripsi. Setiap pertemuan bimbingan tidak hanya dimaknai sebagai konsultasi administratif, tetapi harus menghasilkan kemajuan nyata, seperti revisi proposal, penyempurnaan instrumen penelitian, pengumpulan data, analisis data, penyusunan hasil penelitian, serta persiapan seminar hasil.
Jurusan juga menyampaikan strategi pembimbingan berbasis capaian atau milestone. Melalui strategi ini, mahasiswa diharapkan memiliki target penyelesaian yang jelas pada setiap tahap pembimbingan. Dengan demikian, proses penyusunan skripsi tidak menumpuk di akhir masa KKN, tetapi berjalan secara bertahap dan dapat dipantau secara berkala oleh dosen pembimbing maupun jurusan.
Selain memberikan arahan kepada mahasiswa, kegiatan ini juga menjadi ruang koordinasi antara jurusan dan dosen pembimbing. Dosen pembimbing diharapkan dapat mendampingi mahasiswa secara fleksibel, tetapi tetap terukur dan terdokumentasi. Sementara itu, mahasiswa diharapkan aktif berkomunikasi dengan pembimbing, mengirimkan bahan bimbingan sebelum jadwal konsultasi, serta menyusun target mingguan agar proses skripsi berjalan secara konsisten.
Jurusan Pendidikan Madrasah menekankan bahwa keberhasilan mahasiswa dalam menyelesaikan skripsi bersamaan dengan KKN sangat bergantung pada komitmen bersama. Mahasiswa perlu menjaga kedisiplinan akademik, dosen pembimbing memberikan arahan yang konstruktif, dan jurusan melakukan monitoring secara berkala terhadap perkembangan mahasiswa.
Dengan terlaksananya kegiatan penyamaan persepsi ini, diharapkan seluruh mahasiswa MBKM-KKN dapat memahami alur bimbingan skripsi, memenuhi target penyelesaian tugas akhir, serta mempersiapkan diri dengan baik untuk seminar hasil pada November 2026. Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk komitmen Jurusan Pendidikan Madrasah Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UINSI Samarinda dalam menjaga mutu pendampingan akademik dan memastikan mahasiswa dapat menyelesaikan studi tepat waktu.#







