Sinergi Kampus Berdampak : Rektor dan LPPM UINSI Samarinda Hadiri Pelepasan 3.240 Mahasiswa KKN Kolaborasi di Plenary Hall

SAMARINDA, UINSI NEWS,— Rektor Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda, Prof. Dr. Zurqoni, M.Ag., bersama Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LPPM, Dr. Mustamin Fattah, M.Pd., serta jajaran tim menghadiri upacara pelepasan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi Tahun 2026. Acara berskala besar ini berlangsung khidmat dan penuh semangat di Plenary Hall, Sempaja, Samarinda, pada Sabtu (11/07).

Kegiatan ini menandai babak baru pengabdian masyarakat di Kalimantan Timur, di mana untuk pertama kalinya 9 Perguruan Tinggi melebur dalam satu wadah kolaborasi. Sebanyak 3.420 mahasiswa, termasuk kontingen dari UINSI Samarinda, siap diterjunkan secara serentak ke 377 lokasi yang tersebar di 10 kabupaten/kota, 85 kecamatan, dan 263 desa/kelurahan di seluruh penjuru Kaltim mulai 13 Juli hingga 22 Agustus mendatang.

Kehadiran pimpinan UINSI Samarinda menegaskan komitmen bersama dalam mendukung penuh agenda Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, khususnya melalui keterlibatan aktif 61 mahasiswa UINSI dalam menyukseskan 28 program prioritas yang diusung oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Provinsi Kaltim.

Rektor UINSI Samarinda, Prof. Dr. Zurqoni, M.Ag., menyampaikan pandangan mengenai pentingnya keterlibatan mahasiswa keagamaan dalam akselerasi Indeks Desa Membangun (IDM) berbasis Sustainable Development Goals (SDGs) Desa.

“Kehadiran UINSI Samarinda dalam KKN Kolaborasi ini bukan sekadar pemenuhan kewajiban akademik atau formalitas SKS. Ini adalah implementasi nyata dari konsep ‘Kampus Berdampak’ yang menjadi ruh dari Tridharma Perguruan Tinggi. Mahasiswa kami membawa misi ganda: sebagai akademisi yang taktis sekaligus sebagai motor penggerak akhlak dan literasi di akar rumput,” ujar Prof. Zurqoni.

Beliau juga menekankan pentingnya pendekatan interdisipliner dan kerendahan hati akademik saat berinteraksi dengan masyarakat.

“Kami menitipkan pesan agar mahasiswa UINSI mampu berkolaborasi lintas almamater dan melebur bersama masyarakat desa. Manfaatkan keilmuan yang didapat di kampus untuk mengintervensi program prioritas, seperti penguatan tata kelola, moderasi beragana, hingga literasi finansial masyarakat,” tambahnya.

Senada dengan Rektor, Kepala Pusat Pengabdian LPPM UINSI, Dr. Mustamin Fattah, M.Pd., menjelaskan bahwa tim LPPM telah menyiapkan bekal metodologi pengabdian yang matang agar para mahasiswa siap menghadapi tantangan riil di lapangan.

“Dari total persebaran lokasi, mahasiswa kita akan diuji pada berbagai karakteristik wilayah, mulai dari wilayah mandiri hingga wilayah tertinggal yang membutuhkan intervensi pemenuhan layanan dasar. Sesuai kesepakatan bersama, seluruh hasil pengabdian ini tidak akan mengendap sebagai laporan tebal di lemari buku, melainkan akan kami transformasikan menjadi artikel ilmiah, prosiding pengabdian masyarakat, Hak Kekayaan Intelektual (HKI), serta dokumentasi program prioritas,” jelas Dr. Mustamin.

Acara pelepasan ini turut dihadiri oleh perwakilan Rektor dari 9 perguruan tinggi di Kalimantan Timur. Selain itu hadir pula Kepala DPMPD Kaltim Siti Suriyanto, S.E., M.Si., instansi vertikal seperti BPS dan BBPOM, serta jajaran Direksi Bank Kaltimtara sebagai mitra strategis literasi keuangan.

Gubernur Kaltim, yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang 3, dalam sambutannya menegaskan bahwa 3.420 mahasiswa yang terjun ke lapangan ini merupakan

“Laboratorium Berjalan” bagi pemerintah provinsi. Output data dan rekomendasi aktual dari para mahasiswa nantinya akan dijadikan basis data penting bagi arah kebijakan anggaran dan pembangunan berkelanjutan di Kalimantan Timur.

Acara ditutup dengan prosesi pelepasan secara simbolis oleh jajaran pimpinan daerah dan rektorat, diiringi pembacaan pantun persatuan yang menandai kesiapan penuh seluruh kontingen untuk mengabdi demi kemajuan desa-desa di Kalimantan Timur.

Penulis : Novan Halim | Editor : Nisa Rahmawati

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
LANGUAGE»