Khotbah di Masjid Raya Darussalam, Rektor UINSI Soroti Amanah Manusia Menjaga Lingkungan

SAMARINDA, UINSI NEWS,– Rektor UIN Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda, Prof. Dr. Zurqoni, M.Ag., bertindak sebagai Khatib dalam pelaksanaan ibadah Salat Jumat di Masjid Raya Darussalam Samarinda. Dalam khotbahnya, beliau menyampaikan pesan mendalam mengenai urgensi spiritualitas ekologis, komitmen menjaga kelestarian lingkungan, serta peran manusia sebagai pengelola (khalifah) di muka bumi. Jumat, (11/9).

Prof. Zurqoni mengawali khotbahnya dengan mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa melakukan upgrade diri melalui peningkatan keimanan dan ketakwaan. Menurutnya, manifestasi keimanan yang utuh tidak hanya melahirkan kesalehan personal dan spiritual, tetapi juga kesalehan sosial serta ekonomis.

Di hadapan jamaah sholat jumat, Prof. Zurqoni menyoroti kondisi realitas alam yang memprihatinkan, seperti kemarau panjang, erupsi gunung berperi, hingga bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang berdampak serius pada sektor kesehatan, ekonomi, dan transportasi. Mengutip data Kementerian Kehutanan, luasan areal yang terbakar secara nasional telah mencapai lebih dari 200 juta hektar dan memicu lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

“Kita harus menyadari bahwa bencana alam terjadi tidak selalu bersifat alamiah semata. Kerusakan alam dan karhutla kerap kali menjadi refleksi dari keserakahan serta tindakan eksploratif manusia yang tak terkendali tanpa memperdulikan keseimbangan ekosistem,” tegas Prof. Zurqoni.

Beliau kemudian mengaitkan fenomena ini dengan Al-Qur’an Surah Ar-Rum ayat 41 mengenai timbulnya kerusakan di darat dan di laut akibat perbuatan tangan manusia. Penetapan ratusan tersangka serta korporasi oleh pihak kepolisian menjadi bukti nyata bahwa faktor kelalaian dan ketidakbertanggungjawaban manusia mendominasi terjadinya bencana lingkungan tersebut.

Lebih lanjut, Rektor menjelaskan pandangan para mufasir seperti Al-Maraghi dan Ibnu Katsir, yang menegaskan bahwa kerusakan alam berakar dari lemahnya iman (nusyazul iman) dan kemaksiatan manusia.

“Ibnu Katsir menegaskan, Barangsiapa yang bermaksiat kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah melakukan kerusakan di bumi. Sebaliknya, bumi dan langit akan menjadi baik dan lestari sebab ketaatan kepada-Nya,” lanjutnya.

Mengutip Surah Al-A’raf ayat 56 dan Surah Al-Baqarah ayat 30, Prof. Zurqoni mengingatkan amanah kekhalifahan yang diemban setiap manusia. Manusia bukanlah penguasa mutlak yang bebas mengeksploitasi sumber daya alam tanpa batas, melainkan penerima mandat dari Allah SWT untuk mengelola dan merawat bumi demi kesejahteraan bersama.

Khotbah Jumat diakhiri dengan doa bersama agar masyarakat Indonesia, khususnya Kalimantan Timur, senantiasa diberikan kesadaran spiritual untuk menjaga kelestarian alam serta dilindungi dari berbagai ancaman bencana.

Kehadiran Prof. Zurqoni di tengah masyarakat melalui khotbah dan penyampaian gagasan tentang kelestarian lingkungan menjadi salah satu wujud kontribusi Guru Besar UINSI. Keilmuan yang dimiliki tidak hanya berkembang di ruang akademik, tetapi juga hadir untuk memberikan pencerahan dan merespon persoalan yang dihadapi masyarakat.

Penulis : Novan Halim | Editor : Nisa Rahmawati

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
LANGUAGE»