SAMARINDA, UINSI NEWS – Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN) Kalimantan Timur menggelar Seminar Internasional secara hybrid di Kampus 2 UIN Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda. Sabtu, (29/8).
Mengusung tema “Strengthening the Continuing Professionalism of Guidance and Counseling Teachers and Counselors Towards Innovative and Impactful Guidance and Counseling Services in the Era of Educational Transformation”, seminar ini menghadirkan sejumlah pakar Bimbingan dan Konseling dari dalam dan luar negeri.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan UINSI Samarinda, Prof. Dr. M. Nasir, M.Ag.
Dalam sambutannya, Prof. Nasir menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antara Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dan Perguruan Tinggi Umum (PTU) dalam membangun ekosistem Bimbingan dan Konseling yang komprehensif serta adaptif terhadap perkembangan zaman.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai ruang untuk mempertemukan akademisi, praktisi, mahasiswa, dan organisasi profesi dalam memperkuat pengembangan Bimbingan dan Konseling, khususnya di Kalimantan Timur.
Seminar dilaksanakan secara hybrid dengan memadukan kegiatan luring di Kampus 2 UINSI Samarinda dan daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan tersebut diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan.
Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) UINSI Samarinda, mahasiswa Bimbingan dan Konseling (BK) Universitas Mulawarman (Unmul), serta guru BK dari berbagai sekolah di Kalimantan Timur turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Salah satu narasumber yang hadir adalah Dr. Nur Kholik Afandi, M.Pd., Dosen BKI sekaligus Kepala Lembaga Penjaminan Mutu UINSI Samarinda.
Dalam pemaparannya, Dr. Nur Kholik menekankan pentingnya penguatan kompetensi guru BK dan konselor secara berkelanjutan. Pengembangan kompetensi diperlukan agar guru BK dan konselor mampu menghadirkan layanan yang inovatif, berdampak, serta adaptif di tengah transformasi dunia pendidikan.
Selain Dr. Nur Kholik Afandi, seminar ini turut menghadirkan narasumber nasional dan internasional, yakni Prof. Dr. Adi Atmoko, M.Si., M.Pd., Wakil Ketua Umum Pengurus Besar (PB) ABKIN dari Universitas Negeri Malang, serta Muhammad Saffuan Bin Abdullah, KB., PA., Training Director Persatuan Kaunselor Pendidikan Malaysia (PEKA).
Diskusi semakin interaktif ketika memasuki sesi tanya jawab. Mahasiswa BKI UINSI, mahasiswa BK Unmul, serta guru BK aktif menyampaikan pertanyaan dan berdiskusi bersama para narasumber mengenai berbagai tantangan dalam penyelenggaraan layanan Bimbingan dan Konseling.
Sejumlah isu yang menjadi perhatian dalam diskusi antara lain tantangan pendampingan peserta didik di lapangan, pemanfaatan teknologi dalam layanan konseling, hingga peluang kolaborasi antara pendekatan keagamaan dan pendekatan umum dalam praktik Bimbingan dan Konseling.
Melalui seminar ini, sinergi antara PTKIN, PTU, organisasi profesi, akademisi, mahasiswa, dan praktisi diharapkan semakin kuat dalam mendukung pengembangan layanan Bimbingan dan Konseling yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan dunia pendidikan.
Kolaborasi BKI UINSI dan BK Unmul dalam kegiatan ABKIN Kalimantan Timur juga menjadi ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman untuk mendorong lahirnya calon konselor serta tenaga Bimbingan dan Konseling yang profesional, responsif, inovatif, dan siap menghadapi berbagai tantangan pendidikan di masa mendatang.
Penulis: Dr. Sai Handari, M.Pd.
Editor: Selvi Ramadhani (HUMAS)











