SIKAP MUKMIN MERESPON UJIAN
Khutbah Jumat Oleh Dr. Ahmad Rijali Elmi, MA
الحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ.
Jamaah Jumat rahimakumullah, Setiap manusia pasti akan mendapatkan ujian. Tidak ada kehidupan yang berjalan tanpa ujian. Allah SWT berfirman:
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ “
Dan sungguh, Kami akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 155)
Jamaah yang dimuliakan Allah, Perhatikan firman Allah: وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ “Dan sungguh, Kami akan menguji kamu.” Allah tidak mengatakan mungkin, tetapi pasti. Ada yang diuji dengan sakit. Ada yang diuji dengan kehilangan orang yang dicintai. Ada yang diuji dengan kesulitan ekonomi. Ada yang diuji dengan rumah tangga. Ada yang diuji dengan anak-anaknya. Ada pula yang diuji dengan kegelisahan dan masalah yang tidak diketahui oleh orang lain.
Jamaah Jumat rahimakumullah, Ada satu ungkapan dri ulama, yang sangat penting untuk kita renungkan:
الْمُصِيبَةُ وَاحِدَةٌ، وَلَكِنَّ أَثَرَهَا يَخْتَلِفُ بِاخْتِلَافِ الرَّدِّ عَلَيْهَا؛ فَقَدْ تَكُونُ سَبَبًا لِلْإِثْمِ، أَوْ كَفَّارَةً لِلذُّنُوبِ، أَوْ رَفْعًا لِلدَّرَجَاتِ
“Musibah itu satu, tetapi dampaknya berbeda sesuai dengan bagaimana seseorang meresponsnya. Musibah bisa menjadi sebab dosa, bisa menjadi penghapus dosa, dan bisa pula menjadi sebab terangkatnya derajat.”
Maka jamaah sekalian, bukan hanya musibahnya yang penting, tetapi bagaimana kita merespons musibah tersebut. Dua orang bisa mendapatkan musibah yang sama, tetapi mendapatkan hasil yang berbeda di sisi Allah. Seseorang ketika diuji justru marah kepada Allah, meninggalkan shalat, mengeluh, mencela keadaan, bahkan berbuat maksiat. Maka musibah itu bisa menjadi sebab dosa. Orang lain mendapatkan musibah yang sama, tetapi ia bersabar dan mengucapkan: إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ “Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya kami kembali.” Maka musibah itu menjadi penghapus dosa. Dan ada orang yang ketika diuji bukan hanya bersabar, tetapi semakin dekat kepada Allah, semakin banyak beribadah, semakin kuat tawakalnya, semakin baik akhlaknya. Maka musibah tersebut menjadi sebab terangkatnya derajatnya di sisi Allah.
Jamaah yang dimuliakan Allah, Rasulullah ﷺ bersabda:
……. عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ، إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ
“Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin. Sesungguhnya seluruh urusannya adalah kebaikan.” Jika mendapat kesenangan, ia bersyukur. Jika mendapatkan kesusahan, ia bersabar. Keduanya menjadi kebaikan baginya. (HR. Muslim)
Karena itu, ketika ujian datang, jangan hanya bertanya: “Mengapa Allah memberikan ujian ini kepada saya?” Tetapi bertanyalah: “Bagaimana saya harus merespons ujian ini agar menjadi kebaikan bagi saya?” Jangan biarkan ujian menjauhkan kita dari Allah. Jadikan ujian sebagai jalan untuk semakin dekat kepada Allah. Semakin berat ujian, semakin kuat doa. Semakin sulit keadaan, semakin kuat tawakal. Semakin banyak kehilangan, semakin kuat keyakinan bahwa Allah adalah tempat kita kembali.
Rasulullah ﷺ bersabda bahwa: tidaklah seorang Muslim tertimpa kelelahan, penyakit, kesedihan, gangguan, bahkan duri yang menusuknya, kecuali Allah menjadikannya sebagai penghapus dosa-dosanya. (HR. Bukhari dan Muslim)
Maka jangan takut menghadapi ujian. Yang harus kita takutkan adalah salah dalam merespons ujian. Semoga Allah menjadikan setiap ujian yang datang kepada kita sebagai penghapus dosa dan sebab terangkatnya derajat kita.
بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ , فَاسْتَغْفِرُوهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.




