Dosen UINSI Samarinda Dampingi Riset Siswa MAN 2 Kutai Kartanegara Menuju 6 Besar OMI Riset Nasional 2026

SAMARINDA, UINSI NEWS – Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan budaya riset dan inovasi di lingkungan madrasah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui keterlibatan dosen UINSI Samarinda dalam pendampingan dan validasi penelitian siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kutai Kartanegara yang berhasil menembus 30 besar Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Riset tingkat nasional tahun 2026.

Prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri karena MAN 2 Kutai Kartanegara merupakan satu-satunya madrasah dari Provinsi Kalimantan Timur yang berhasil mencapai tahap 30 besar nasional. Untuk mempersiapkan diri menghadapi seleksi menuju 6 besar, tim riset mendapatkan pendampingan akademik dari sejumlah pakar perguruan tinggi, termasuk UINSI Samarinda.

Dalam kegiatan ini, Dr. Muhammad Fajri, M.Pd., dosen UINSI Samarinda, terlibat sebagai ahli materi ekoteologi Islam. Pendampingan yang diberikan berfokus pada penguatan landasan konseptual, integrasi nilai-nilai keislaman, serta relevansi penelitian terhadap pembentukan karakter peduli lingkungan di madrasah.

Integrasikan Teknologi dan Ekoteologi Islam melalui Inovasi AKAR CIKAL

Tim Riset MAN 2 Kutai Kartanegara mengembangkan inovasi bertajuk “AKAR CIKAL: Smart Monitoring Berbasis Gamifikasi dan Ekoteologi untuk Karakter Peduli Lingkungan di Madrasah”.

Inovasi tersebut memadukan teknologi pemantauan digital (smart monitoring), pendekatan gamifikasi, dan nilai-nilai ekoteologi Islam untuk meningkatkan kesadaran serta membentuk perilaku peduli lingkungan di kalangan peserta didik.

Tim riset ini beranggotakan tiga siswi, yakni Khessa Astina Maharani (XII-9), Humaira Salpina Ramadhani (XI-6), dan Salsabila Chyntia Calista (XI-7), dengan pendampingan guru pembimbing Rofi Indrawan, S.Kom.

Dalam proses penguatan penelitian, Dr. Muhammad Fajri, M.Pd. memberikan pendampingan dan validasi akademik terhadap substansi ekoteologi Islam, khususnya kesesuaian antara konsep teologis, tujuan pendidikan karakter, dan penerapan inovasi dalam kehidupan sehari-hari di madrasah.

Pendampingan tersebut mencakup penguatan landasan normatif dan filosofis ekoteologi Islam, termasuk pemahaman mengenai peran manusia sebagai khalifah di bumi yang memiliki amanah untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Selain itu, penguatan juga diarahkan pada penerjemahan nilai-nilai keislaman menjadi aktivitas dan indikator perilaku peduli lingkungan yang dapat diamati serta dievaluasi secara ilmiah.

Melalui pendekatan ini, inovasi AKAR CIKAL diharapkan tidak hanya menjadi sarana pemanfaatan teknologi, tetapi juga mampu mendukung pembentukan karakter peserta didik yang bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Perkuat Kualitas Penelitian melalui Pendampingan Akademik

Keterlibatan dosen UINSI Samarinda menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas penelitian siswa pada jenjang pendidikan menengah, khususnya melalui pendampingan berbasis kepakaran.

Penguatan penelitian dilakukan dengan memperhatikan sejumlah aspek, mulai dari kejelasan landasan teori, kesesuaian rumusan masalah dan tujuan penelitian, ketepatan indikator, hingga keterukuran hasil inovasi.

Dalam penelitian AKAR CIKAL, integrasi teknologi dan ekoteologi Islam diharapkan dapat mendorong terbentuknya kebiasaan positif dalam menjaga kebersihan, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta menumbuhkan tanggung jawab ekologis peserta didik.

Pendampingan juga menekankan pentingnya keselarasan antara tujuan penelitian, instrumen pengukuran, pelaksanaan inovasi, dan evaluasi hasil. Dengan demikian, manfaat inovasi yang dikembangkan dapat dinilai berdasarkan data dan bukti empiris yang dapat dipertanggungjawabkan.

Upaya tersebut diharapkan mampu memperkuat kualitas penelitian sekaligus meningkatkan peluang penerapan inovasi secara berkelanjutan di lingkungan madrasah.

Libatkan Akademisi Lintas Perguruan Tinggi

Selain melibatkan dosen UINSI Samarinda, pendampingan dan validasi penelitian ini turut menghadirkan dua akademisi Universitas Mulawarman, yakni Riezdqhy Amalina Farahiyah Al Husna, M.Pd. sebagai ahli pendidikan karakter dan Dr. Muhammad Bambang Firdaus, S.Kom., M.Kom. sebagai ahli media dan teknologi informasi.

Keterlibatan akademisi dari berbagai bidang keilmuan tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi multidisipliner dalam mengembangkan inovasi pendidikan yang berkualitas.

Melalui pendampingan ini, aspek ekoteologi Islam, pendidikan karakter, dan teknologi informasi dikaji secara terpadu untuk memperkuat substansi serta kelayakan penerapan inovasi AKAR CIKAL.

Sebelumnya, Tim Riset MAN 2 Kutai Kartanegara juga telah mengikuti kegiatan Bimbingan dan Penguatan OMI Riset yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam melalui Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah pada 7–9 Oktober 2026.

Kegiatan tersebut berlangsung di Pusat Pendidikan Pancasila dan Konstitusi, Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Cisarua, Bogor, sebagai bagian dari persiapan peserta dalam meningkatkan kualitas penelitian pada kompetisi tingkat nasional.

Wujud Kontribusi UINSI dalam Penguatan Riset Madrasah

Keterlibatan dosen UINSI Samarinda dalam pendampingan penelitian ini menjadi salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pengabdian kepada masyarakat.

Kolaborasi tersebut sekaligus memperkuat hubungan akademik antara perguruan tinggi keagamaan Islam dan madrasah dalam membangun budaya penelitian sejak jenjang pendidikan menengah.

Penguatan riset berbasis ekoteologi Islam juga sejalan dengan semangat integrasi keilmuan yang menghubungkan nilai-nilai keislaman, perkembangan teknologi, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Melalui pendekatan tersebut, pengembangan ilmu pengetahuan diharapkan tidak hanya menghasilkan inovasi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan kelestarian lingkungan.

Ke depan, kolaborasi antara UINSI Samarinda dan madrasah diharapkan dapat terus berkembang melalui pembinaan penelitian siswa, pendampingan karya ilmiah, pengembangan inovasi pembelajaran, serta penerapan hasil penelitian yang sesuai dengan kebutuhan pendidikan.

Keberhasilan MAN 2 Kutai Kartanegara menembus 30 besar OMI Riset Nasional 2026 menjadi momentum penting dalam mendorong tumbuhnya ekosistem riset dan inovasi madrasah di Kalimantan Timur.

Dengan dukungan akademisi dan berbagai pihak, Tim Riset MAN 2 Kutai Kartanegara diharapkan mampu menyempurnakan inovasi AKAR CIKAL serta meraih hasil terbaik pada tahap seleksi berikutnya menuju 6 besar nasional.

Lebih dari sekadar kompetisi, inovasi ini diharapkan dapat menjadi contoh pengembangan pendidikan karakter peduli lingkungan yang memadukan nilai-nilai keislaman dengan pemanfaatan teknologi secara berkelanjutan.

Kontributor
Editor: Selvi Ramadhani (HUMAS)

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
LANGUAGE»