SAMARINDA, UINSI NEWS — Inspektorat Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia (Itjen Kemenag RI) secara resmi mengakhiri rangkaian kegiatan Evaluasi Program Prioritas pada UIN Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda melalui agenda Exit Meeting yang dilaksanakan di lingkungan kampus UINSI Samarinda.
Rabu, (24/12).
Exit meeting tersebut menandai berakhirnya proses evaluasi yang telah berlangsung selama kurang lebih satu minggu, sekaligus menjadi forum reflektif atas pemotretan kondisi objektif tata kelola serta pelaksanaan program prioritas di UINSI Samarinda.
Berdasarkan hasil evaluasi, UINSI Samarinda memperoleh Skor Akhir 3,52 dengan predikat Baik (Berdampak). Capaian ini menunjukkan bahwa program prioritas yang dijalankan telah terlaksana dengan baik serta memberikan dampak nyata bagi penguatan tata kelola dan kinerja institusi.
Dalam sambutannya, Hendi Diyanto, selaku Pengendali Teknis Itjen Kemenag RI, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dan keterbukaan informasi yang diberikan oleh pimpinan serta seluruh jajaran UINSI Samarinda. Menurutnya, sinergi dan kerja sama yang terbangun selama proses evaluasi sangat membantu tim dalam menjalankan tugas secara profesional dan objektif.
“Kehadiran kami di sini bukan dalam rangka mencari kesalahan. Itjen hadir sebagai mitra strategis atau consulting partner. Apa yang kami lakukan adalah memotret kondisi objektif sebagai bahan refleksi bersama untuk perbaikan tata kelola yang lebih baik,” ungkap Hendi Diyanto.
Hendi menegaskan bahwa seluruh temuan dan diskusi selama proses evaluasi hendaknya dimaknai sebagai cermin objektif, rumusan evaluasi, serta pijakan perbaikan menuju tata kelola yang semakin akuntabel. Hendi juga berharap rekomendasi yang dihasilkan nantinya tidak berhenti pada dokumen administratif, melainkan mampu memberikan dampak nyata bagi kemajuan UINSI Samarinda secara berkelanjutan.
Sementara itu, Rektor UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda, Prof. Dr. Zurqoni, M.Ag, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI atas pendampingan, arahan, serta evaluasi yang telah dilakukan secara komprehensif dan konstruktif.
“Bagi kami, kehadiran Itjen Kemenag RI merupakan bagian dari ikhtiar bersama dalam membangun tata kelola perguruan tinggi yang semakin sehat, transparan, dan akuntabel. Evaluasi ini menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan komitmen institusi untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan,” ujar Prof. Zurqoni.
Rektor menegaskan bahwa UINSI Samarinda terbuka terhadap seluruh masukan dan rekomendasi yang diberikan, serta menjadikannya sebagai bahan strategis dalam penyusunan kebijakan dan penguatan program prioritas ke depan. Beliau juga menekankan pentingnya budaya evaluatif sebagai bagian dari proses transformasi kelembagaan menuju perguruan tinggi Islam negeri yang unggul dan berdaya saing.
Menutup kegiatan, Hendi menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan semata-mata sebagai bentuk amanah dan tanggung jawab institusional.
Kegiatan Exit Meeting ini menjadi momentum penguatan sinergi antara UINSI Samarinda dan Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI dalam mewujudkan tata kelola perguruan tinggi keagamaan negeri yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan mutu berkelanjutan.
Penulis : Novan Halim | Editor : Agus Prajitno








