
Samarinda, BERITA UINSI — Rektor UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda (UINSI), Prof. Zurqoni, M.Ag., menyampaikan tausiyah pada kegiatan Kajian Zuhur Berkah Ramadhan 1447 H di Masjid SAM Sulaiman Kampus 2 UINSI Samarinda, Senin (23/2).
Dalam tausiyahnya, Prof. Zurqoni mengajak seluruh warga kampus untuk memperbanyak rasa syukur dan menumbuhkan nilai-nilai spiritualitas selama menjalankan ibadah puasa, khususnya dalam menghadapi tantangan era digitalisasi.

“Ramadhan hadir sebagai kesempatan emas untuk menyucikan kembali hati dan jiwa yang ternodai. Inilah momentum kita memperbaiki diri dan kembali kepada fitrah,” ungkapnya di hadapan jamaah.

Beliau menjelaskan bahwa puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan diri dari segala hal yang dapat membatalkan puasa, termasuk mengendalikan emosi dan perilaku. Selain itu, beliau mengingatkan pentingnya memperbanyak istighfar, mengingat manusia tidak pernah luput dari dosa, baik yang disengaja maupun tidak disengaja.
Mengutip Surah Ali Imran ayat 133–135, Prof. Zurqoni penekanan pentingnya membangun jiwa sosial dan empati. Menurutnya, seseorang yang mampu menahan emosi akan lebih mudah memperbaiki hubungan dengan sesamanya, termasuk dengan meminta maaf dan bertaubat ketika melakukan kesalahan atau kezaliman, baik terhadap dirinya sendiri maupun orang lain.
Beliau juga menegaskan bahwa Ramadhan bukanlah momentum ibadah yang bersifat individual semata, melainkan harus berdampak sosial. Nilai spiritualitas yang tumbuh selama Ramadhan seharusnya melahirkan kepedulian dan keterhubungan dengan sesama.
Dalam konteks kehidupan akademik, Prof. Zurqoni menyoroti pentingnya integritas dan kejujuran dalam berpuasa, yakni kejujuran kepada Allah SWT sebagai landasan karakter spiritual. Nilai tersebut selanjutnya juga harus diwujudkan dalam dunia akademik, termasuk dalam menjaga kejujuran karya ilmiah.
Di era digitalisasi, beliau mengingatkan akan adanya tantangan besar seperti arus media sosial dan fenomena individualisme digital. Oleh karena itu, beliau mendorong warga kampus untuk menjadi pribadi yang “smart digital”, yakni mampu memanfaatkan teknologi secara bijak dan produktif, tanpa kehilangan nilai-nilai spiritual.
Mengakhiri tausiyahnya, Prof. Zurqoni berharap transformasi spiritual selama Ramadhan dapat memperkuat daya saing Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), sehingga mampu bersaing dengan perguruan tinggi lainnya.
Penulis : Puji Wulandari
Redaktur. : Nisa Rahmawati





