Humas UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda Ikuti Rapat Koordinasi Nasional tentang Transformasi Budaya Kerja dan Gerakan Hemat Energi

SAMARINDA, UINSI NEWS — Humas UIN Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda turut berpartisipasi dalam rapat koordinasi nasional (rakornas) yang membahas transformasi budaya kerja serta gerakan hemat energi di lingkungan Kementerian Agama secara daring melalui zoom meeting. Senin (6/4).

Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah dalam merespons dinamika global, khususnya dampak krisis energi akibat konflik geopolitik di Timur Tengah.

Rakornas menghadirkan narasumber utama, Dr. Thobib Al-Ahsyar, M.Si selaku Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Publik Kementrian Agama Republik Indonesia, yang menegaskan pentingnya perubahan cara pandang dan pola kerja aparatur sipil negara (ASN) agar lebih adaptif, efisien, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Dalam paparannya, disampaikan bahwa transformasi budaya kerja bukan sekadar kebijakan sementara, melainkan langkah jangka panjang yang harus diinternalisasi sebagai kebiasaan baru. Salah satu bentuk implementasinya adalah pembatasan perjalanan dinas hingga maksimal 50 persen, optimalisasi kerja dari rumah (WFH) tanpa mengurangi produktivitas, serta penguatan layanan publik berbasis efisiensi. Selain itu, pada sektor pendidikan tinggi pembelajaram bagi mahasiswa semester 4 keatas mekanisme belajar daring/luringnya akan disesuaikan dengan edaran Mendiktisaintek.

Lebih jauh, gerakan hemat energi ditegaskan sebagai tanggung jawab bersama, tidak hanya pemerintah tetapi seluruh elemen masyarakat. Nilai efisiensi juga dinilai sejalan dengan ajaran agama yang menolak pemborosan (mubazir), sehingga hemat energi menjadi bagian dari akhlak ASN dalam membangun peradaban yang berkelanjutan.

Dalam sesi yang sama, hadir pula Dr. Drs. Ismail Cawidu, M.Si Staff Khusus Menteri Agama bidang Kebijakan Publik Media atau Hubungan Masyarakat, dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Agama, beliau menekankan pentingnya strategi komunikasi publik yang tepat dalam mengawal kebijakan ini. Beliau menyampaikan bahwa insan humas harus mampu menghadirkan narasi yang menenangkan, menunjukkan optimisme, serta memastikan masyarakat memahami bahwa layanan tetap berjalan dengan baik.

Menurutnya, komunikasi publik perlu mengedepankan pesan perlindungan dan relevansi kebijakan bagi masyarakat, sekaligus menghindari penggunaan diksi yang berpotensi menimbulkan kepanikan seperti “krisis”, “efisiensi”, dan “pembatasan”. Humas juga diharapkan tidak memunculkan narasi yang kontradiktif antarinstansi serta menghindari kesalahpahaman, seperti penyebutan kebijakan WFH sebagai “long weekend”.

Beliau juga menegaskan bahwa strategi penyampaian informasi harus dilakukan secara satu suara, proaktif, dan diperbarui secara berkala agar pesan kebijakan tersampaikan secara utuh, konsisten, dan mudah dipahami publik.

Humas UINSI Samarinda menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh kebijakan ini melalui penyusunan narasi komunikasi yang edukatif dan konstruktif. Partisipasi dalam rakornas ini diharapkan dapat memperkuat peran humas sebagai garda terdepan dalam menyampaikan informasi kebijakan secara efektif kepada publik.

Transformasi budaya kerja dan gerakan hemat energi, sebagaimana ditegaskan dalam forum tersebut, bukan hanya upaya efisiensi administratif, melainkan bagian dari revolusi mental ASN dalam mengubah cara berpikir, bekerja, dan berkontribusi bagi umat dan bangsa.

#KitaMulaiCaraBaru
#CaraBaruKemenag

Penulis : Novan Halim
Editor : Nisa Rahmawati

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
LANGUAGE»