Himawan Aditya Ajak Generasi Muda Bijak Bermedia Sosial

SAMARINDA, UINSI NEWS,-Pusat Literasi dan Media Digital UINSI Samarinda bersama mahasiswa Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda terus mendorong penguatan literasi digital dan moderasi beragama melalui webinar bertema “Membangun Karakter Remaja yang Bijak Bermedia Sosial melalui Nilai-Nilai Moderasi Islam” yang dilaksanakan pada Sabtu, (23/5/2026).

Selain menghadirkan Dr. Wahdatun Nisa, webinar tersebut juga menghadirkan Himawan Aditya Ketua DEMA UINSI Samarinda sebagai narasumber yang membahas pentingnya sikap bijak dalam penggunaan media sosial di kalangan generasi muda.

Dalam materinya bertajuk “Bijak Bermedia Sosial dalam Bingkai Moderasi Islam”, Himawan Aditya menjelaskan bahwa media sosial telah menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat modern, terutama generasi remaja.

“Di era digital, media sosial memudahkan komunikasi, mencari informasi, hingga mengekspresikan diri. Namun penggunaan media sosial yang tidak bijak dapat menimbulkan dampak negatif seperti hoaks, cyberbullying, ujaran kebencian, dan konflik akibat perbedaan pendapat,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa sikap bijak dalam bermedia sosial perlu dibangun melalui penguatan nilai moderasi Islam. Menurutnya, moderasi merupakan sikap tengah, seimbang, dan tidak berlebihan dalam berpikir maupun bertindak atau dikenal dengan konsep wasathiyah.

Dalam paparannya, Himawan Aditya menjelaskan sejumlah nilai utama moderasi Islam, seperti toleransi, keadilan, keseimbangan, dan perdamaian sebagai fondasi penting dalam membangun interaksi sehat di ruang digital.

Ia juga menekankan pentingnya kemampuan memilah informasi sebelum membagikannya kepada orang lain. Sikap tersebut dinilai penting agar generasi muda mampu menghindari penyebaran hoaks, menjaga etika komunikasi, menghargai perbedaan pendapat, dan menggunakan media sosial untuk hal-hal yang positif dan bermanfaat.

Dalam sesi materi, Himawan Aditya turut mengulas beberapa prinsip moderasi Islam dalam bermedia sosial, di antaranya konsep tabayyun atau memeriksa kebenaran informasi sebelum mempercayai maupun menyebarkannya. Sikap ini dianggap sangat relevan di tengah derasnya arus informasi digital yang sering kali tidak terverifikasi.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya nilai tasamuh atau toleransi dalam menghadapi berbagai perbedaan pandangan di media sosial. Menurutnya, ruang digital harus menjadi tempat saling menghargai, bukan ruang untuk saling menghina dan menyerang.

Himawan Aditya juga mengingatkan bahaya penggunaan media sosial secara berlebihan yang dapat membuat seseorang lalai terhadap kewajiban dan aktivitas sehari-hari. Karena itu, Islam mengajarkan pentingnya menjaga keseimbangan dan menghindari sikap berlebihan agar tetap produktif dalam kehidupan nyata.

Menurutnya, media sosial sejatinya dapat menjadi sarana dakwah, edukasi, dan inspirasi apabila digunakan secara bijak dan bertanggung jawab.

Ia pun mengajak generasi muda untuk menjadi pribadi yang bijak dalam bermedia sosial dengan cara memilih konten secara cerdas, menjaga privasi, berpikir sebelum bertindak, dan menjadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman dalam aktivitas digital.

“Media sosial bukan hanya tentang eksistensi, tetapi juga tentang tanggung jawab,” tegasnya.

Himawan Aditya merupakan mahasiswa Program Studi Hukum Tata Negara Fakultas Syariah UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda yang dikenal aktif dalam bidang organisasi, kepemudaan, dan literasi.

Saat ini, ia mengemban amanah sebagai Presiden Mahasiswa Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UINSI Samarinda periode 2026–2027. Selain itu, ia juga aktif di berbagai organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan, di antaranya sebagai Sekretaris Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kota Samarinda, anggota PMII UINSI Samarinda, hingga anggota Komisi Sosial dan Kesejahteraan Rakyat DPD KNPI Kota Samarinda.

Dalam dunia kepenulisan dan akademik, Himawan Aditya memiliki minat besar pada bidang jurnalistik, opini, esai, hingga karya tulis ilmiah. Ia juga dikenal aktif mengembangkan kemampuan public speaking, leadership, dan penguatan literasi generasi muda.

Sejumlah prestasi juga pernah diraih Himawan Aditya, di antaranya Gold Medal cabang Monolog pada SEIBA International Festival UIN Imam Bonjol Padang tahun 2024, Juara I Musabaqah Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (MKTIQ), serta berbagai penghargaan di bidang syarhil Qur’an tingkat Kota Samarinda.

Webinar berlangsung aktif dan interaktif dengan berbagai diskusi mengenai tantangan generasi muda menghadapi perkembangan teknologi informasi. Melalui kegiatan ini, Pusat Literasi dan Media Digital UINSI Samarinda berharap mahasiswa mampu menjadi generasi yang tidak hanya cerdas digital, tetapi juga santun, moderat, dan mampu menebarkan konten positif di ruang maya.#

 

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
LANGUAGE»