Perkuat Wawasan Konseling Lintas Budaya, Mahasiswa BKI UINSI Samarinda Gelar Studi Lapangan di Balai Pelestarian Kebudayaan Kalimantan Timur

SAMARINDA, UINSI NEWS – Program Studi (Prodi) Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) Jurusan Pemberdayaan Masyarakat (PM), Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda melaksanakan kegiatan studi lapangan di Balai Pelestarian Kebudayaan (BP Kebudayaan) Kalimantan Timur wilayah kerja Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, Senin (13/4).

Kegiatan yang berlangsung di Studio Mini BP Kebudayaan Kaltim yang berlokasi di Jl. H.A.M. Rifaddin No. 69, Kel. Harapan Baru, Kec. Loa Janan Ilir, Samarinda ini diikuti oleh 52 mahasiswa yang terdiri dari satu kelas angkatan 2023 (Semester 6) dan dua kelas angkatan 2024 (Semester 4). Kunjungan akademik ini merupakan bagian dari pendalaman mata kuliah Konseling Lintas Budaya yang diampu oleh Rudy Hadi Kusuma, M.Pd. dan Livi Husnia Aidatul Fitroti, S.Sos., M.A.

Acara dibuka dengan sambutan dari Bapak Rudy Hadi Kusuma, M.Pd., selaku Kepala Laboratorium dan Gugus Kendali Mutu (GKM) Prodi BKI yang mewakili pengelola Prodi dan Jurusan. Sementara itu, kedatangan mahasiswa dan dosen Prodi BKI UINSI disambut hangat oleh Bapak Tisna Arif Ma’rifat, S.S., selaku Kepala Sub Bagian Umum yang dalam hal ini mewakili Ibu Lestari, S.Si., M.P., selaku Kepala BP Kebudayaan Kaltim dalam memberikan sambutan sekaligus membuka rangkaian kegiatan secara resmi dan diakhiri dengan pemberian plakat dan cinderamata dari BP Kebudayaan Kaltim kepada Prodi BKI FUAD UINSI Samarinda.

Memasuki acara inti, untuk memberikan gambaran visual mengenai kekayaan budaya lokal Kaltim, mahasiswa dan dosen pendamping disuguhkan sesi nonton bareng film dokumenter tentang Mandau dari Dayak Modang serta dokumentasi Cagar Budaya Karts Mangkaliat di Kaliurang.

Hasil menonton bersama kemudian menjadi kajian dialog bersama para pakar dari BP Kebudayaan Kaltim. Dialog budaya dan konseling dibuka oleh Ibu Livi Husnia Aidatul Fitroti, S.Sos., M.A. sebagai moderator. Kemudian diawali pemaparan oleh Bapak Sisva Mariyadi, S.Sos. mengenai Warisan Budaya Takbenda (Intangible Cultural Heritage) di Kalimantan Timur. Materi dialog ini menjadikan mandau Modang sebagai contoh yang paling dekat berdasarkan hasil kajian nonton bersama. Pembedahan film kedua kemudian dipaparkan oleh Bapak Andika Arief Drajat Priyatno, S.S. dengan mengaitkannya dengan materi Warisan Budaya Benda (Tangible Cultural Heritage).

Cagar Budaya Karts Mangkalihat menjadi objek paling nyata bahwa peninggalan sejarah memberikan informasi kehidupan masa lampau bahkan 35 ribu tahun yang lalu, dan saat ini Cagar Budaya Karts Mangkalihat menjadi warisan budaya Kalimantan Timur yang sedang diusulkan menjadi warisan budaya dunia ke UNESCO. Sedangkan dari sisi akademis, Bapak Rudy Hadi Kusuma, M.Pd. menyampaikan materi mengenai Konseling Berbasis Kearifan Lokal (Indigenous Counseling), sesi ini memberikan pengetahuan budaya dari sisi konseling yang lebih luas dan diberikan pula analogi tentang bagaimana cara individu memaknai ritual budaya dari sisi psikologis.

Antusiasme mahasiswa terlihat jelas pada sesi diskusi dan tanya jawab. Empat perwakilan mahasiswa, yakni Abdan Zulkarnain dan Sarah Syarifah Assyima (Semester 6), serta Agif Iansyah dan Yolanda Putri (Semester 4), aktif melontarkan pertanyaan yang dijawab secara komprehensif oleh ketiga narasumber. Sebagai apresiasi atas partisipasi aktif mereka, pihak BP Kebudayaan Kaltim memberikan bingkisan berupa booklet budaya hasil penelitian BP Kebudayaan Kaltim kepada keempat mahasiswa yang telah aktif bertanya.

Rangkaian kegiatan studi lapangan ini diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai simbol sinergi antara akademisi dan lembaga pelestarian budaya dalam mencetak calon konselor yang memiliki kepekaan terhadap kearifan lokal.

Setelah acara resmi selesai, peserta juga diberikan tantangan oleh Humas BP Kebudayaan Kaltim untuk menjadi yang tercepat dalam mem-follow sosial media BP Kebudayaan Kaltim, dan terpilihlah satu mahasiswa yang akhirnya diberikan pula bingkisan menarik yakni Jeni Amelia Putri Semester 4.

Setelah seluruh rangkaian acara ditutup, seluruh peserta dipersilahkan untuk mencoba beragam permainan tradisional yang tersedia di BP Kebudayaan Kaltim.

Penulis: Rudy HK & Livi HAF
Editor: Selvi Ramadhani (HUMAS)

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
LANGUAGE»