Keuangan Syariah Belum Sepenuhnya Menyentuh Masyarakat, UINSI dan Kemenag Gandeng OJK–BSI Dorong Mahasiswa Jadi Penggerak

SAMARINDA, UINSI NEWS — Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda menggelar agenda strategis bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Agama RI, dan PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) guna mengakselerasi literasi dan inklusi keuangan syariah di kalangan mahasiswa penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.

Rektor UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda, Prof. Dr. Zurqoni, M.Ag., dalam keynote speechnya menekankan pentingnya sikap adaptif bagi akademisi, khususnya di Fakultas Syariah serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI). Beliau menegaskan bahwa produk jasa keuangan syariah kini berkembang pesat dan harus dipahami secara utuh agar membawa keberkahan dan kemaslahatan.

“Literasi ekonomi syariah memerlukan pemahaman yang tuntas agar tidak ada keraguan dalam tata kelolanya. Kami berharap komunitas KIP Kuliah dapat mengimplementasikan nilai-nilai keuangan syariah yang adil dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Prof. Zurqoni di Auditorium 22 Dzulhijjah Kampus 2 UINSI Samarinda, Kamis (16/4).

Kepala OJK Kaltim-Kaltara, Misran Pasaribu, mengungkapkan fakta menarik sekaligus menantang. Berdasarkan data terbaru tahun 2026, tingkat literasi keuangan syariah telah mencapai 43%, namun tingkat inklusinya atau penggunaan produk secara nyata masih tertinggal jauh di angka 13,4%.

“Artinya, masyarakat sudah kenal konsepnya tapi belum memakai produknya. Ini jauh tertinggal dibandingkan Malaysia. Mahasiswa UINSI harus menjadi agent of change dan agent of literacy untuk meyakinkan masyarakat bahwa syariah bukan sekadar label, tapi sistem yang menjunjung keadilan melalui prinsip bagi hasil,” tegas Misran.

Ia juga memperingatkan bahaya aktivitas keuangan ilegal. Sepanjang Januari 2025 hingga Maret 2026, Satgas PASTI telah mengidentifikasi 36.736 aktivitas ilegal. Melalui Indonesia Anti Scam Center (IASC) yang dibentuk akhir 2024, OJK telah memblokir lebih dari 460 ribu rekening penipuan dan menyelamatkan dana masyarakat senilai Rp585,4 miliar.

Senada dengan hal tersebut, Nugroho Agung Dewanto , Funding & Business Transaction Deputy BSI, mengapresiasi literasi keuangan syariah di Samarinda yang sudah setara dengan level nasional (50%). Ia mendorong mahasiswa tidak hanya memahami, tetapi aktif menjadi pengguna produk bank syariah.

“Kolaborasi kami dengan UINSI dan Kemenag telah membuahkan hasil nyata, termasuk pembangunan gedung Auditorium ini melalui skema SBSN. Kami ingin inklusi ini terus tumbuh,” kata Nugroho.

Sementara itu, Dr. H. Amiruddin Kuba, S.Ag., MA., dari Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Keagamaan (Puspenma) Kemenag RI, memaparkan peran beasiswa dalam mengejar target Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Saat ini, rasio Master dan Doktor di Indonesia baru 0,53%, tertinggal dari Malaysia dan Vietnam (2,43%).

“Kemenag telah mengintegrasikan seluruh skema beasiswa di bawah Puspenma. Bagi mahasiswa KIP yang lulus, peluang S2 dan S3 di dalam maupun luar negeri sudah kami siapkan untuk mencetak SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045,” jelasnya.

Transformasi BSI sebagai Bank BUMN Syariah
Sebagai mitra utama, Eko Triyanto, VP Government Project Implementation BSI, menegaskan status BSI yang kini resmi menjadi Bank BUMN dwiwarna sejak Januari 2016 melalui perubahan AD/ART. Dengan aset mencapai Rp460 triliun pada 2026 dan laba tumbuh double digit (8%), BSI kini membidik posisi Top Five Global Islamic Bank.

“BSI adalah satu-satunya Bank BUMN Syariah dan telah disahkan sebagai ‘Bank Emas’. Kami tidak hanya mengejar profit, terbukti pada April 2026 ini kami menyalurkan zakat sebesar Rp289 miliar melalui Baznas untuk kemaslahatan umat,” ungkap Eko.

Acara ini ditutup dengan ajakan kepada para mahasiswa untuk beralih ke layanan digital terbaru BSI, Byond, serta tetap waspada terhadap modus penipuan fake call maupun investasi bodong dengan janji imbal hasil tidak wajar. Melalui edukasi ini, UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda mempertegas posisinya sebagai pusat pengembangan ekonomi syariah di Kalimantan Timur.

Penulis : Novan Halim | Editor : Nisa Rahmawati

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
LANGUAGE»