SAMARINDA, UINSI NEWS – Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda terus mematangkan langkah menuju transformasi digital dan penguatan integritas aparatur sipil negara (ASN). Dalam amanat apel pagi yang digelar di halaman kampus, Kabag Umum dan Akademik UINSI Samarinda, Ahmad Mahyuddin, S.Ag., M.Pd., menekankan pentingnya adaptasi teknologi dan kebanggaan korps bagi seluruh pegawai, Senin (27/4).
Mengawali arahannya, Ahmad Mahyuddin menyampaikan rasa syukur atas kunjungan Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., ke kampus UINSI Samarinda pada Sabtu lalu. Meski berlangsung singkat di tengah jadwal kenegaraan yang padat, kehadiran Menag dinilai memberikan suntikan moral yang besar bagi sivitas akademika.
“Kehadiran Bapak Menteri adalah berkah sekaligus penyemangat. Ibarat anak yang dikunjungi orang tuanya, ada kebahagiaan luar biasa. Ini menjadi momentum bagi kita untuk terus meningkatkan kinerja,” ujar Mahyuddin di hadapan peserta apel.
Selain itu, ia mengapresiasi terbentuknya kepengurusan nasional Ikatan Alumni Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang melibatkan representasi dari UINSI Samarinda. Menurutnya, potensi alumni PTKIN kini sangat luas, mencakup posisi strategis di pemerintahan, DPR, hingga lembaga tinggi negara seperti Lemhannas.
“Alumni kita tidak hanya berkiprah di bidang keagamaan, tetapi juga di struktur pemerintahan sebagai Camat hingga Wakil Bupati. Branding ini yang harus terus kita dorong agar masyarakat melihat potensi besar alumni UINSI,” tambahnya.
Salah satu poin krusial dalam amanat tersebut adalah rencana percepatan implementasi aplikasi Srikandi (Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi). Merujuk pada hasil studi banding ke UIN Antasari Banjarmasin, pihak rektorat melalui Kepala Biro AUPK menegaskan bahwa sudah saatnya UINSI beralih sepenuhnya ke tata persuratan berbasis elektronik.
Mahyuddin menekankan bahwa tidak ada alasan untuk menunda penggunaan teknologi meskipun aplikasi tersebut belum sempurna. “Perubahan tidak perlu menunggu siap atau sempurna. Jika tidak dimulai sekarang, kapan lagi? Digitalisasi ini penting agar surat tugas dan dokumentasi lembaga lebih rapi, teratur, dan terkontrol secara sistematis melalui satu admin universitas.”
Dalam waktu dekat, pihak UINSI berencana mengundang tim dari UIN Antasari Banjarmasin untuk melakukan sosialisasi dan pendampingan teknis guna memastikan transisi sistem berjalan lancar.
Menutup amanatnya, Ahmad Mahyuddin mengajak seluruh ASN di lingkungan UINSI Samarinda untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan kebanggaan terhadap profesinya. Sebagai langkah konkret penguatan disiplin, ia menginstruksikan pengaktifan kembali mesin *fingerprint* sebagai instrumen absensi saat apel pagi.
“Apel bukan sekadar rutinitas, melainkan wujud integritas dan komitmen kita sebagai abdi negara. Menjadi PNS adalah kebanggaan yang harus dijaga dengan disiplin. Jangan lagi ada pola pikir bahwa ikut apel atau tidak itu sama saja,” tegasnya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada para senior yang telah menunjukkan loyalitas tinggi, beberapa pegawai yang telah mengabdi lebih dari 30 tahun sejak masa transisi madrasah hingga menjadi universitas, sebagai teladan dedikasi bagi pegawai muda di lingkungan UINSI Samarinda.
Penulis : Novan Halim | Editor : Nisa Rahmawati









